cerita panas
Bercumbu Dengan Selingkuhan Teman Kantorku
Category: cerita panas
Tags: cerita panas

cerita panas Saya adalah seorang laki laki biasa yang baru saja ditinggalkan oleh istri saya, karena ada masalah yang masing-masing tidak mau mengalah. Akhirnya dia memilih pergi dari saya. Dan karena kepergiannya, kini flat yang biasanya kami tempati itu jadi punya dua kamar kosong.

Di tempat kerja, sayapun sudah tidak banyak bercanda seperti biasanya. Dan itu yang membuat salah satu wanita teman kerja saya merasa simpati pada saya. Sehingga setelah selesai jam kerja, kami pulang bareng. Selama di dalam tram saya banyak menjawab pertanyaannya tentang kepergian istri saya. Sehingga kami tidak banyak menaruh perhatian pada macetnya kota Melbourne pada jam-jam selesai kerja seperti ini.

Tanpa terasa kami sudah berada di dalam tempat tinggal saya, setelah saya persilakan dia untuk mengambil apa yang dia mau di kulkas, saya langsung ke kamar mandi untuk menumpahkan air pipis yang sejak dari tadi sudah di ujung kemaluanku.

Sekembalinya saya keruang tamu, teman saya sudah duduk sambil baca baca majalah dengan satu kaleng Coca-Cola. Sayapun duduk di sampingnya. Tapi tidak terlalu rapat. Saya hidupkan TV kebetulan acara berita nasional negara ini.

Kamipun bercerita panjang lebar tentang teman saya itu, seperti sudah berapa lama dia telah meninggalkan Hongkong tempat asalnya. Tapi setiap kali dia menjawab pertanyaanku dia selalu tersenyum sambil matanya memandang ke arah selangkanganku. Aku langsung melirik selangkanganku, rupanya aku lupa men-zip-nya. Langsung kutarik zip-nya, sambil bercanda padanya.

“Maklumlah Nov, soalnya udah lama sarangnya pergi!”, Kataku pada Novi.

“Memangnya sudah berapa lama burungmu tidak masuk kandang?”, Novi membalas candaku sambil meneguk Coca Cola dengan sedikit senyum di bibirnya.

“Kira kira 5 minggulah, emangnya kenapa nanya nanya?”, Aku meneruskan sambil mencoba membetulkan posisi dudukku.

“Akh, aku nggak percaya. Mana ada sich laki laki yang sudah pernah begituan akan tahan selama itu untuk tidak melakukannya?”, Bantahnya sambil senyum.

“Memang sich, aku nggak tahan. Jadi selama ini aku pakai tangan aja”, Jawabku.

Sambil tertawa lebar, Novi menghampiriku. Dan Novi duduk di sebelahku, rapat sekali.”Perlu dibantu?”, Tanyanya sambil tangan kanannya meraba-raba penisku.

Novi memang gadis Hongkong yang menawan, diusianya yang dua puluhan dia sangat menarik setiap mata laki-laki yang memandangnya. Karena dengan buah dada dan bongkahan pantatnya yang lebih besar dari ukuran rata-rata orang tempat asalnya. Aku jadi berani, kurangkul pundaknya sambil kulumat bibir yang berlipstick merah muda menawan itu.

Novipun membalas dengan nafasnya yang semakin membuatku untuk mempererat rangkulanku. Aku merasa sedikit sakit pada penisku yang sudah sangat keras karena rabaan Novi. Dengan tak sabar kulepas rangkulanku dari pundak Novi dan dengan kedua tanganku kubuka celanaku sambil tetap duduk. Agak susah memang. Tapi berhasil juga.

Kudengar Novi mendesah bersamaan dengan tangannya yang menggenggam langsung penisku yang hanya pas-pasan dengan lingkaran tangannya itu. Kamipun kembali berpagutan, hanya kali ini tangan kiriku telah meremas-remas buah dadanya yang kenyal dan semakin kenyal itu. Sedangkan tangan kananku membelai-belai tengkuknya. Novi semakin memperdengarkan desahnya.

“Ed, kita ke kamarmu saja.., ayo Ed, aku sudah tak tahan nich?”, Novi memohon mesra. Aku pun berdiri, tapi ketika aku ingin membuka pakaianku, aku tersentak kaget karena Novi sudah menarik penisku sambil menanyakan di mana kamarku. “Pelan pelan Nov, sakit nich!”, protesku atas tangan Novi yang menggenggam penisku dengan sangat ketat itu.

Aku berjalan sambil membuka bajuku ke arah kamarku yang telah kutunjukan pada Novi. (Sebenarnya aku tak mau menggunakan kamar dimana aku dan istriku tidur sebelum istriku itu pergi. Tapi bagaimana lagi. Sudah nafsu sekali saat itu).

Sesampai di kamar Novi dengan tergesa membuka seluruh pakaiannya. BH-nya, CD-nya. Semua dibuka dengan tergesa. Lalu Novi langsung menghampiriku yang sudah lebih dulu berbaring telentang di atas kasur sambil mengocok perlahan penisku agar semakin tegang, sambil melihat Novi membuka pakaiannya.

Novi berbaring miring di sebelahku, bibirnya mencari bibirku sedangkan tangan kanannya menggantikan tanganku untuk mengocok-ngocok penisku. Aku mendesah. Novipun semakin beringas menciumi seluruh wajahku. Telingakupun tak lepas dari sapuan lidahnya. Aku merasakan nikmat bercampur geli yang tak terkira.

Jilatan Novi semakin turun ke arah leherku, dadaku dan kedua puting payudaraku juga dililitnya dengan lidah. Sambil tangannya semakin cepat mengocok penisku yang sedikit terasa sakit karena genggamannya terlalu keras.

Jilatan Novi telah berada di atas pusarku, lidahnya dicoba untuk masuk dalam lubang pusarku, dapat kudengar desahnya. Walau desahku lebih besar darinya. Kini lidah Novi menyisir bulu-bulu penisku. Aku semakin tak tahan. Tapi aku menunggu, karena aku tahu kemana tujuan sebenarnya jilatan lidah Novi itu.

ternyata aku salah, kukira Novi akan melahap penisku. Ternyata Novi malah menjilat jilat kedua bijiku bergantian. Tangannya tak lepas mengocok penisku. Sambil sesekali jari jempolnya menyapu ujung penisku yang telah basah karena air nikmatku telah membasahi bibir ujung kemaluanku. Geli dan nikmat sekali waktu Novi melakukan itu. Aku tersentak karenanya.

Karena waktu Novi melakukan itu badannya agak nungging di sampingku, maka kucoba meraih bongkahan pantatnya. Kuusap-usap, Novi mendesah nikmat rupanya. Jariku tak mau berhenti sampai disitu, jariku mencari-cari lubang kemaluannya. Setelah jariku menemukannya ternyata sudah basah sekali. Semua itu membuat jariku semakin mudah untuk mencari lubangnya.

Kusapu lubangnya dengan jariku sambil sekali-kali kumasukan jari telunjukku ke dalam lubangnya. Novi mendesah hebat sambil melepas jilatan lidahnya dari kedua bijiku. Kuraih pantat Novi agar tepat berada di atas wajahku. Kini kedua tanganku beraksi atas bagian belakang tubuh Novi.

Jari telunjuk tanganku yang kanan kumasukan ke dalam lubang vagina Novi sambil memaju mundurkan. Sedangkan jari telunjuk tangan kiriku menggosok gosok clitorisnya. Dapat kulihat dari bawah selangkangannya, Novi membuka mulutnya lebar tanpa bersuara merasakan nikmat.

Ketika niatku hendak menggunakan lidahku untuk menjilat vaginanya, aku merasakan nikmat dan sedikit ngilu yang tak terkira. Rupanya Novi telah melahap bagian kepala penisku. Lidahnya melilit-lilit di atas permukaan kepala penisku.

Akupun ingin menandinginya dengan mejilat-jilat permukaan lubang vagina Novi. Sambil sekali-kali kucoba untuk memasukan lidahku kedalam vaginanya. Agak asin memang, tapi yang lebih terasa adalah nikmatnya. Semakin nikmat lagi saat kudengar Novi mengeluh karena jilatan lidahku.

Novi telah memasukan penisku setengahnya dalam mulutnya sebentar sebentar dinaikan kepalanya, kemudian diturunkan lagi. Yang membuat aku merasa nikmat adalah saat Novi menurunkan wajahnya untuk melahap penisku, karena Novi telah mengecilkan lingkaran mulutnya.

Sehingga hanya pas sedikit ketat ketika bibirnya menelusuri penisku dari atas ke bawah. Oh nikmat sekali. Aku hampir saja muncrat kalau aku tidak segera minta Novi membalikan badannya hingga wajahnya berhadapan denganku. Aku membalas senyumnya yang kelelahan menahan nikmat yang baru saja kami alami.

Kucium lagi mulutnya yang sangat becek oleh air liurnya. Lalu kubalikan Novi agar berada dibawahku. Kulebarkan selangkangannya kugenggam penisku dengan tangan kananku, lalu kugosok-gosok kepala penisku pada permukaan kemaluannya.

“Oh.., Ed.., terus Ed.., aahh.., nikmat sekali.., sshh”, erang Novi. Akupun mempercepat gesekannya, Novi menggeleng gelengkan kepalanya.

Lalu dengan tiba tiba kutancapkan penisku ke dalam vaginanya yang sudah banjir itu dengan satu hentakan keras, masuklah 3/4 nya penisku dengan leluasa. Bersamaan dengan itu Novi berteriak sambil badannya sebatas bahu terangkat seperti hendak berdiri matanya membelalak menghadapi tikamanku yang tiba-tiba itu.

“oohh Edwiinn.., enaak.., terus.., Ed.., terus.., lebih cepat Ed.., ayo Ed.., terus.., aahh”, erang Novi sambil menghempaskan kembali bahunya ke kasur.

Kedua tangan Novi membelai wajahku sambil menggigit bibirnya yang bawah matanyapun menunjukan bahwa saat ini Novi sedang merasakan nikmat persetubuhan yang tiada tara. Akupun semakin cepat memaju-mundurkan penisku. Nikmat yang kurasakan tiada bandingnya. Vagina Novi masih boleh dibilang sempit.

“Enak Nov?”, tanyaku padanya sambil memaju-mundurkan penisku. Novi tidak menjawab, hanya desahannya saja yang semakin jelas terdengar.

“Enak nggak Nov?”, tanyaku lagi. Novi menjawab dengan anggukan kecil sambil menggigit kembali bibir bawahnya.

“Jawab dong Nov, nikmat nggak?”, paksaku walaupun ini adalah pertanyaan bodoh.

“Luar biasa Ed.., sshh.., aku hampir keluar nich oohh”, katanya terputus putus.

“Aku masukin semuanya yach Nov?”, tanyaku padanya yang sedang melayang.

“sshh.., em.., emangnya belum semuanya dimasukin?”, Novi balik bertanya heran sambil menatapku dengan sayu.

“Belum!”, Jawabku singkat sambil terus maju mundur.

Tangannyapun bergerak ke bawah untuk memastikan belum semua penisku masuk ke dalam lubang vaginanya. Ketika tangannya berhasil menyentuh sisa penisku yang masih di luar, aku merasa tambah nikmat.

“Oohh.., Ed masukin Ed.., masukin semuanya Ed.., aahh”, pintanya sambil menarik pinggangku dengan kedua tangannya dan matanyapun terpejam menantikan.

Kucoba menahan tarikan tangan Novi pada pinggangku, agar masuknya sisa penisku tidak terlalu cepat. Aku ingin memberikan kenikmatan persetubuhan tak terlupakan padanya. Benar saja, ketika sedikit demi sedikit sisa penisku masuk, Novi mendesis seperti ular yang berhadapan dengan musuhnya. “Sshh.. sshh”, sambil matanya terpejam ketat sekali menahan nikmat telusuran penisku ke dalam vaginanya.

Kedua tangannyapun menjambak-jambak rambutnya sendiri. Tanpa diduga kucabut penisku, hanya tinggal kepalanya saja yang masih tenggelam. Novi seperti ingin protes, tapi terlambat. Karena aku telah menekannya lagi dengan sekali tancap masuklah semua penisku.

“Edwiinn!”, teriak Novi keras sekali sambil tangannya memukul-mukul tempat tidur.

Aku semakin percepat gerakanku, walaupun aku sudah merasa sedikit lelah dengan pinggangku yang sejak tadi maju mundur terus.

“Terus Ed.., oohh.., terus.., teruss.., oohh.., oohh.., aahh”.

Novi mengerang bersamaan dengan tercapainya Novi pada puncaknya, sambil tangannya meremas-remas sprei tempat tidur di kanan dan kirinya, badannya tersentak-sentak hanya putih yang kulihat di matanya. Tapi aku masih terus memacu untuk menyusulnya, makin cepat, makin cepat lagi nafasku memburu. Bunyi nikmat terdengar dari dalam vagina Novi karena air nikmatnya itu.

“Oh Nov.., oohh.., aahh..”, cepat kucabut penisku agar tak muncrat di dalam, kugenggam penisku, kuarahkan penisku ke perut Novi, di sanalah air nikmatku mendarat.

Novi cepat bangkit dan mendorongku agar telentang, kemudian Novi melahap separuh penisku ke dalam mulutnya. Lidahnya menjilat-jilat mulut kecil di ujung penisku. Aku merasa ngilu sekali dan tangan Novi yang mengocok-ngocok penisku seperti hendak memastikan agar keluar semua air nikmatku.

“Sudah Nov.., sudah.., ngilu nich.., uuhh.., sudah”, pintaku padanya. Tapi Novi masih saja memaju-mundurkan mulutnya terhadap penisku yang semakin ngilu sekali. Setelah yakin tidak ada lagi air nikmat yang akan keluar dari penisku Novipun merebahkan kepalanya di atas perutku sambil memandangku dengan penuh kepuasan.

Kemudian keadaan membisu, hanya detak jam dinding yang mengingatkan akan kenikmatan persetubuhan yang baru saja kami alami. Kami memang mencoba untuk mengingat kembali persetubuhan yang sempat membawa kami ke awang-awang.

“Nov, sudah jam 8 nich. Kamu nggak pulang?”, tanyaku memecahkan kesunyian. Novi seakan tak mendengar ucapanku. Kemudian dengan lembut kuangkat kepalanya dan keletakan di atas kasur. Akupun coba bangkit, tapi sebelum aku turun dari tempat tidur kurasakan tangan Novi memegang perutku.

“Mau kemana Ed?”, tanyanya sambil melepas nafar panjang.

“Mau mandi dulu nich, lengket semua rasanya badanku”, Jawabku sambil menoleh ke arahnya.

“Tunggu dikit lagi, kita mandi sama-sama” Novi memohon sambil melingkarkan kedua tangannya di pinggangku.

Lalu kamipun pergi ke kamar mandi dan mandi berdua serta mengulanginya permainan seks yang sempat terputus tadi di kamar. Setelah merasa puas melakukan persetubuhan, kamipun istirahat sambil berpelukan hingga esok pagi. Sejak kejadian itui saya dan Novi semakin akrab dan selalu mengulangi persetubuhan yang telah kami lakukan. Sampai akhirnya istrikupun pulang kembali ke apartemenku, tapi itu tidak membuatku lupa akan persetubuhan dengan Novi.

Kami sering melakukan persetubuhan di apartemenku tatkala istriku tidak ada atau di kantor, hotel serta apartemen Novi bila istriku sedang di rumah. cerita panas

Nyata Bercinta Dengan Mertua
Category: cerita panas
Tags: cerita panas

cerita panas Aku berkenalan dengan Ridho suamiku pada saat kami kuliah di Institut Tekstil, aku mau dinikahi oleh dia bukan karena dia anak pengusaha akan tetapi memang didasari oleh cinta kami yang tumbuh sejak pertama kali kita bertemu, bahkan sayapun tidak tahu kalau latar belakang keluarganya memiliki industri batik besar di Solo. Baru setelah Ridho serius untuk meminangku dan aku menyetujui, aku diajaknya untuk dikenalkan dengan orang tuanya, pada saat itulah baru aku mengetahui bahwa keluarga itu memiliki bisnis batik dan mas Rido adalah anak tunggal mereka, dimana dia akan mewarisi bisnis tersebut kelak.

Akupun bahagia dengan keadaan itu, paling tidak masa depan rumah tanggaku kelak akan terjamin.
Pada saat perkenalan itu ibu mas Rido dalam kondisi sakit dan aku sangat kasihan melihatnya, apalagi dia berkata

“Nak Sinta ibu dan bapak sudah menyetujui Rido untuk menikah dengan nak Sinta” akupun lega mendengarnya,
“ibu juga gak bisa menunggu terlalu lama, jadi kalian harus segera menikah yah” akupun sedih mendengarnya
“Ibu sudah gak bisa merawat Rido dan bapak dengan baik, jadi nak Sinta segera menikah saja biar ibu bisa menyaksikan dan nak Sinta bisa posisi ibu kelak” lanjutnya dengan memelas kepadaku
“Baik bu, ibu jangan punya fikiran macam2, kami akan menikah sesegera mungkin dan yang terpenting bagi saya adalah kesehatan ibu” jawabku untuk menenangkan dia

Akan tetapi dari perkenalan itu ada yang membuat diriku agak terganggu dengan yaitu pandangan ayahnya mas Rido membuatku kadang-kadang malu sendiri.

Mata dia melihatku seperti ingin menelanjangiku, semua lekuk tubuhku dilihatnya tanpa terlewati, aku memang dikaruniai kemolekan tubuh yang bisa dibilang sempurna atau bisa disebut impian tiap pria, dari tinggi dan postur tubuhku memang proporsional untuk menggaet nafsu pria.

Inipun sering mengundang decak kagum temen-temen sekampusku, tak dipungkiri mas Ridho pun sering mengagumi dan memuji postur tubuhku ditambah dengan parasku yang cantik, tetapi dia tidak pernah berbuat macam-macam dan lugu.

Akhirnya pernikahan kami dilangsungkan dengan megahnya dirumah mertua yang luas, rumah itu terdiri dari dua bangunan yang cukup besar dengan halaman yang cukup luas sehingga dapat menampung seluruh tamu yang cukup banyak, salah satu rumah yang ada didalam kompleks tersebut adalah rumah yang dibangun oleh mertua untuk mas Rido, sedang sebelahnya adalah rumah utama yang ditempati oleh mertua.

Disela-sela pesta, mertuaku sempat mendekati diriku dan berkata,”Sinta, Rido sangat beruntung mendapatkan wanita secantik kamu…rugi dia kalo tidak dapat membahagiakan dirimu”,katanya, aku hanya bisa tersipu malu mendengar pujian tersebut tanpa mengartikan maksud apa dibalik itu semua. Ayah mas Rido meskipun telah berumur akan tetapi masih memiliki badan yang tegap dan berisi, sempat dia waktu berfoto disampingku tangan nakalnya memeluku pinggangku, pada saat itu aku merasakan bahwa dia memiliki postur tubuh yang kekar, akan tetapi sempat juga jari-jarinya meraba pangkal pinggangku yang kadang membuatku ada desiran lain, tapi perasaan itu aku tepiskan

Kami memang tidak pernah berbuat macam-macam selama berpacaran dan sepakat untuk melakukan itu semua setelah pernikahan, jadi waktu diperlakukan seperti itu oleh mertuaku aku tidak menaruh curiga kepadanya.

Setelah acara resepsi kami lewati malam pengantin, kami langsung menempati rumah baru yang berada disamping rumah mertua, dengan rasa canggung serta malu-malu kami berdua yang belum berpengalaman saling menunggu untuk memulai, awalnya kami lepas baju kami masing2 tapi tidak semuanya untuk berganti baju tidur, kemudian di atas kasur kita berciuman, sepertinya suamiku belum pengalaman juga untuk hal itu

“Gimana kalau lampunya dimatikan sayang” kata suamiku
“Gak usahlah mas…aku takut!” jawabku, karena rumah itu memang lingkungan baru buatku “Kamu gak malu Sinta?” tanya dia
“Tapi aku takut massh! Biarin deh lampunya nyala…entar kalo ada apa2 gimana?” tanpa menjawab kita lanjutkan lagi permainan baru itu, sambil kita lepaskan baju kita masing-masing, kulihat penis suamiku sudah tegang ketika kulucuti seluruh pakaian yang menutup tubuhku, sepertinya dia sudah horny duluan saat melihatku melepas pakaian.

“Kamu cantik Sinta…tubuhmu sempurna sayang…” rayu dia, sambil langsung mendekap tubuh polosku
“Ah mas Rido bisa ajaaaahh…ehmmaass” jawabku, kembali kia berciuman, akan tetapi tiba-tiba penis suamiku yang udah tegang duluan itu, langsung ditancapkan ke lubang vaginaku yang masih belum mendapatkan rangsangan, otomatis aku kesakitan dan suamiku dengan pela-pelan dan hati-hati menerobos keperawananku…
”Ooh masss sakiiit…pelaaaan maaass”
“Iya Sin ini juga sudah pelan sayaaangh” jawab suamiku, setelah beberapa kali mencoba baru bisa tembus dan suamiku mengeluarkan sperma dalam hitungan detik
“Ahhh aaahku mauu keluaaarr sayaaanghh!!” erangnya
“Lho kok udahan??” dalam hatiku, padahal aku sudah mulai terbiasa dengan , rasa sakit itu dan sama sekali belum menikmatinya,

setelah itu suamiku telah menyudahi dan tanpa bicara kemudian tertidur pulas, aku masih membersihkan sisa darah keperawananku dengan tysu dan bertanya2 tentang kejadian itu sambil melamun penasaran, tiba2 aku lihat sosok seseorang dari jendela kecil di bagian atas dinding kamar, segera aku tutup tubuhku dengan selimut dan berlari ke arah saklar lampu untuk kumatikan, tetapi bayangan itu sudah lari dan entah siapa gerangan? Inikah yang dicari orang pada saat malam pertama aku menjadi heran dan bertanda tanya besar…dimana letak nikmatnya?

Hari2 berikutnya kita lakukan aktivitas sexual kami, maklum pengantin muda, tetapi tetap saja aku tidak tahu dimana kenikmatan dalam berhubungan sex, karena setiap berhubungan yang kudapat tidak ada bedanya dengan malam pertama, akupun tidak mengerti dimana letak nikmat itu harus kuraih, mas Ridho selalu cepat selesai dan sama sekali tidak pakai foreplay, jadi aku merasa sangat tidak nyaman tapi dia nggak peduli in perasaanku itu.

Semua itu akhirnya ku lewati begitu saja, tanpa pernah protes atau mempermasalahkan apa yang aku rasa selama itu, seminggu setelah menikah mas Ridho memulai bekerja untuk menghidupi keluarga, dan yang paling mengagetkan dia harus berangkat selama dua minggu di luar kota untuk mendatangi kolega2 ayahnya yang menjadi pelanggan batik, akupun kaget kenapa harus selama itu, tetapi ayahnya bilang

“Sintia, Ridho harus melakukannya…dan dia harus menggantikan tugas papa…dulu inilah yang harus papa kerjakan untuk meraih sukses selama ini, sekarang harus berpindah ke Ridho sebagai penerusku” terang dia untuk membuatku mengerti dan memahami
“Berat memang harus berpisah dengan suami dalam waktu yang lama, apalagi kalian baru menikah” kata dia untuk menenangkan diriku
“Tapi disini kan ada Ibu yang bisa menemanimu…” lanjutnya lagi
“Papa juga harus menemani Ridho untuk mengenalkan dia kepada semua kolega papa” dan pada saat itu tanganya membelai pundaku dan tangan satunya memegang tanganku
“Ah kenapa mas Ridho diam saja sih???istrinya dipegang2 begitu,” umpatku waktu itu
“kamu yang sabar yah?…udah gak usah takut dirumah sendirian, nanti papa nemenin Ridho paling cuman seminggu saja…” lanjutnya dan tiba2 matanya mengerling kepadaku, akupun tidak tahu maksud dari kerlingan matanya, aku hanya merasa sedih kenapa mas Rido tidak pernah menjelaskan ini semua kepadaku sebelumnya, sehingga aku siap dan bisa menerima semua ini…

Aku relakan mas Rido pergi dengan bapaknya meskipun hatiku teramat berat, sementara aku melanjutkan kehidupan baru yang bersahabat dengan kesepian dan kesendirianku, memang terkadang aku juga mengajak bicara dengan ibu mertuaku, tetapi karena kondisinya yang kurang sehat atau sakit2an jadi beliau lebih banyak dikamar, kalau pagi memang ada beberapa pembantu yang mengerjakan memasak dan mencuci untuk kedua mertuaku tetapi kalau sore mereka pulang ke rumah masing2, tapi mereka bukan untuku jadi aku harus memasak dan mencuci sendiri pakaian kami.

Selama seminggu aku biasakan kondisi ini berjalan tanpa ada kendala, suatu saat siang hari setelah menemani dan menyuapi ibu mertua, aku merasa kegerahan…badanku terasa berkeringat dan apalagi sejak pagi telah kuselesaikan seluruh cucianku, jadi aku putuskan untuk mandi dirumah biar segar.

Karena kupikir dirumah gak ada orang, maka saat mandi aku biarkan pintu kamar mandi terbuka biar udara segar bisa masuk, saat aku bersihkan tubuhku dengan sabun, aku rasakan ada rasa menggetarkan pada rabaanku sendiri di daerah bukit kembarku yang montok dan kenyal. Ah mungkin ini dikarenakan aku yang jarang dibelai, jadi rasa itu muncul tiba-tiba pikirku.

Ku ulangi lagi rabaanku dengan menggosokan sabun ke daerah sensitifku, ternyata kutemukan juga rasa itu dan lebih nikmat! aku terasa agak terbawa oleh rasa nikmat yang menggodaku untuk terus melakukan gosokan2 tersebut sehingga aku melenguh kenikmatan “mmhh…sssts…ahhh…” terus aku menggosok daerah kemaluan dan payudaraku

“Ooohhh sssst…mmhhaaahh” tiba2 selang beberapa saat aku mendengar suatu berbunyi
“kreek!!” aku langsung menyudahi permainan itu dan kututup pintu kamar mandi serta segera menyelesaikan mandiku cepat-cepat karena aku ingat pintu belakang nggak terkunci dan ingin memastikan sumber bunyi tadi.

Dengan tergesa-gesa aku keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk yang menutup kurang sempurna aku lilitkan ke tubuhku dan. Ketika keluar kamar mandi aku cek pintu belakang rumah yang tembus ke rumah mertuaku, ternyata tidak kutemukan seseorang atau apa2, aku lega dan merasa aman akhirnya setelah kututup pintu tersebut dan kukunci dari dalam, karena merasa aman aku gunakan handuk yang terlilit pada tubuh polosku untuk mengeringkan badan serta rambutku sambil berjalan menuju kamarku…

Hanya dengan handuk dikepala dengan tubuh telanjang tanpa sehelai benangpun aku berjalan tanpa rasa was2…akan tetapi begitu aku masuk ke ruang tengah aku dikagetkan dengan suara ayah mertuaku

“Habis mandi Sinta…??” aku yang masih mengeringkan rambut kaget karena tubuhku yang polos tidak tertutup apapun, aku cepat2 berusaha menutup tubuhku dengan handuk
“Oh pak?! Ma’af pak…!” aku malu dan lari ke kamar dan hampir menabraknya, didalam kamar aku bingung kapan dia datang dan masuk ke rumahku, kalau sejak aku mandi pasti sudah melihat tubuh telanjangku sejak dari tadi
“Ooh harus bagaimana ini?” dalam kondisi bingung aku masih belum berpakaian dan lupa mengunci pintu kamar, tiba2 pintu kamarku dibuka oleh mertuaku
“Lho kok belum berpakaian Sin? Kenapa hah? Mau dipakai in bajunya nih ? hahaha…” aku tekaget lagi dan dia masuk ke dalam kamarku dengan tanpa permisi dulu serta tanganya menutup pintu
“Aku mau memberikan oleh-oleh dari luar kota…nih” sambil dia mendekatiku, aku menyambar handuk dan hendak menutup tubuhku tetapi tanganya yang kekar menahannya dan merayuku
“Kamu cantik sekali Sinta…hehehe” ujarnya, karena dia masuk hanya mengenakan sarung saja dan aku nggak tahu dia lepaskan dimana pakaiannya dan mengapa dilepas, aku langsung berpikir ini tidak wajar dan kucoba memperingatkannya
“Pak ma’af pak!…bapak harus keluar dari sini!! Atau aku berteriak?!” ancamku kepadanya,
“Silahkan berteriak Sinta dan itu gak ada gunanya…hehehe” dia mencoba mendekap tubuh polosku tapi berhasil kutepiskan,
“Rumah ini halamanya luas dan jauh dari tetangga, tidak ada yang akan mendengar teriakanmu sayaaang” sialan! Ibu mertuaku pun sudah tertidur setelah kuberikan makan siang tadi, harus bagaimana aku oh!
“Mengapa dirimu kau siksa dengan menggunakan sabun, akupun bisa membantumu sayang untuk mendapatkan kepuasan yang tidak kamu dapat dari suamimu atau sabun itu hehehe?” dia telah berusaha meraba buah dadaku dan menggesek-gesekan penisnya yang mengeras ke daerah vaginaku yang sensitif
“Ayolah sayang…kamu ternyata sexi sekali! aku sudah tertarik padamu sejak pertama Sinta…bagaimana jika kita manfaatkan kesempatan ini hemm??” dia merayuku dan menarik tubuhku kedalam pelukanya
“Jangan pakkk!! Aku ini menatumuu…” sambil aku berusaha berontak dari pelukannya dan itu membuat handuk yang menutup tubuh polosku terlepas
“Bukan Sinta..Rido bukan anaku sendiri!, tunggu apa lagi hah? Ayolah…aku tahu kamu juga menginginkanya sayaaaang” ternyata bandot tua ini sudah melihat tubuh polosku sejak dikamar mandi tadi
“Kurang ajar!! Tidak lepaskan!!” aku bertahan dan mencoba menutup tubuhku, dia berhasil mendekapku dan menggosokkan penisnya yang sudah tegang ke selangkanganku
“Aku sudah gak sabar Sinta dan ini kesempatan terbaik…ayolahhh kamu juga menginginkannya sayaaang!” aku terus bertahan dan menhindar dari ciumanya
“Atau kamu menginginkan kekerasan hah?!…baik!” dia membanting tubuh telanjangku ke kasur dan langsung menindihku, pertahananku kalah karena badanya yang besar dan kekar, dia menahan kedua tanganku ke atas kepalaku dan menindih tubuhku, aku meronta tapi dia malah menjilati leherku sedangkan tangan kananya meloloskan sarung yang dia pakai
“Jaaangaaan paaak….aaaaku mohhhoonnn” isaku padanya, tenagaku seperti hilang…dan dia benar2 beringas melumat tubuhku yang mulus dan polos ini, aku menangis sejadi-jadinya dan dia tidak menhentikan serangan kepadaku…di sela2 rontaanku aku merasakan benda tumpul keras dan besar dipaksakan masuk kedalam vaginaku, beberapa kali meleset dan akhirnya dipaksa masuk olehnya
“Sleebbh”, aku merintih dan menangis ketika benda itu berhasil masuk
“ Aachhh ..Saaakitttt paakk” tetapi dia tidak peduli dan terus menggenjotnya
“Sssudaah laah sayaaang, kammmu tadii meminta ini khaaann, aaku ssudah berusaaahaa lembuut tapi kamuu menolak?!” bisiknya ke telingaku pelan sambil menggenjotku
“Tidaaak paakk !?” tetapi dia terus menghujamkan penisnya dan membuatku kuwalahan, sesekali dia menciumi bibirku tapi tidak berhasil, akhirnya kedua bukit kembarku menjadi serangannya
“Aaahh sayaaang milikmu ternyataaa enaaakk” aku tidak menghiraukan kecuali hanya menangis sejadinya dengan tak berdaya.

Setelah beberapa menit dia mengejang

“Aaahhhhh memekmu benar-benar enaaakk sayaaang…aahhh..ssst..ahhhh” dia mengatakan sambil menggelinjang diatas tubuhku, aku sudah kehabisan tenaga dan membiarkan dia melumat tubuhku tanpa tersisa, setelah terpuaskan dia lepas kemaluanya dari vaginaku pelan-pelan dan menyeka keringatnya dengan handukku, dia melangkah untuk menghidupkan AC, saat dia berjalan aku memperhatikan tubuh mertuaku itu ternyata masih kekar dan atletis untuk orang seumur dia, ukuran penisnya sangat besar dibandingkan milik suamiku.

Setelah AC nyala dia menhampiriku dan berkata “Ma’af kan aku Sinta”, sambil dia tutup tubuhku dengan selimut yang sudah acak2an

“Aku sudah lama tidak mendapatkan ini dari ibu, ibu sudah lama sakit dan tidak bisa melayaniku” aku diam saja dengan pandangan kosong
“Sudah setahun ini aku tidak pernah melakukan ini…Sinta”, dia berbaring di sebelahku sambil mengelus rambutku dengan penuh perasaan
“Aku diam-diam telah memperhatikan hubungan kalian diatas ranjang selama ini Sinta” sambungnya
“Dan aku tahu, kamu tidak mendapatkan kebahagiaan itu bukan??” aku tidak menjawabnya meskipun itu benar, ternyata sosok yang selama ini terlihat dari jendela kecil diatas kamar itu ternyata dia.

Tetap dia mengelus rambutku dengan perasaan “Aku ingin sekali memberikan kebahagiaan itu padamu sayang, crupp” sambil mengecup mesra rambutku, aku tidak mengerti maksud dia, aku cuman diam seribu bahasa dan tidak berani menjawab, dia beranjak kemudian menatapku

“Mari kita ulangi lagi sayang?…aku masih mampu memberikan lagi” akupun masih diam dan lemas untuk menjawab ajakannya.
“Tidak seperti suamimu, dan kali ini kamu yang akan meraih kenikmatan itu sayang” dan anehnya kulihat penisnya masih tetap tegang dan tenagaku telah habis…aku yang terdiam mungkin dianggapnya setuju, aku merontapun akan sia-sia, akupun berada disimpang jalan dimana dia menawarkan sesuatu yang aku dambakan selama ini, akan tetapi dilain pihak hati kecilku menolaknya.

Dia singkap selimut yang menutupi tubuh polosku tapi tetap kutahan, dia biarkan dan membelai bibirku pelan2, kemudian dia kecup keningku, ciumanya mulai turun ke telingaku dan berbisik

“Mari kita nikmati ini sayaanghh”, lidahnya yang lembut mengalir di tengkukku dan berakhir di leherku….aku terdiam dan tak terasa karena cumbuanya atau karena pesona tubuhnya, selimut yang kutahan sudah terlepas, tanganya mulai meraba pinggangku bak seperti gitar, kemudian bibirnya mengecup bibirku tapi aku tidak memberikan balasan, dan ini seperti perkosaan yang ku restui karena aku diam saja dengan mata tertutup, tetapi setelah bibirnya menyentuh kedua bukit kembarku aku merasakan desiran yang sangat menggodaku, tapi aku berusaha untuk tidak bersuara meskipun kondisi itu merangsangku…

Serangan yang kedua ini lain, tidak ada kekerasan dan benar-benar lembuut, tanganya yang kekar telah membelai paha mulusku, dan ciumanya turun ke jari2 kakiku naik terus senti demi senti menyusuri menuju ke lutut dan berakhir di pangkal pahaku…oohh, apalagi ini, aku tidak pernah mendapatkan yang ini dari suamiku, dan ketika tanganya membuka pahaku aku tidak melakukan penolakkan dan malahan aku memberikan jalan dengan meregangkan pahaku…ohh aku terlena atau juga ingin tahu kelanjutan dari aksi yang belum pernah kurasakan,

kemudian aku merasakan lidahnya bermain disekitar pangkal pahaku kemudian menuju bibir vaginaku dan dengan pelan tapi pasti lidahnya yang kasar itu memainkan bibir vaginaku kemudian menyambar-nyambar klitorisku, dan oh rasa itu benar2 membakar diriku, aku sama sekali belum pernah mendapatkan perlakuan ini, sampai2 dinginya AC pun tak terasa, bersamaan dengan itu tanganya yang kekar membelai lembut buah dadaku, aku mulai mengeliat dan sesuatu yang tak kusadari muncul, tiba-tiba aku bersuara pelan

“Oh mmhh sssstss..” aku sudah nggak tahan mengeluarkan suara itu tanpa sadar
“Nikmatilah sayaaaangh,” kata mertuaku pelan dan dia lanjutkan menjilati vaginaku sampai aku merasa dibawa ke awang2, tanganku tanpa terasa memegang tanganya yang sibuk memilin kedua pentilku, tapi kidahnya yang kasar tetap menjilati vaginaku tanpa ada rasa jijik, kemudian jilatanya pindah ke buah dadaku dan tanganku tanpa sadar meremas rambutnya
“Emmmhhh…ssstss..oohhh” erangku semakin jelas

Dia telah berhasil membuatku terangsang hebat tetapi dia tidak segera memasukan penisnya kedalam vaginaku dan akupun heran kenapa tidak segera dia masukkan padahal aku sudah benar2 mengharapkannya, kurasakan penisnya yang tegang menempel di bibir vaginaku dan aku gak mungkin meminta dia memasukanya..ooh tanpa sadar kuberkata

“….Ehmm sssst, akuu ngggak kuaaaat ppaak emmhhssstt” tapi dia tidak menuruti untuk memulainya, bahkan ciumannya kembali turun ke perut, aku juga terangsang didaerah itu…dia benar-benar paham letak daerah sensitifku…ouh
“Kali ini kamu yang harus memulainya sayaaaang…” balasnya dan kembali menciumi vaginaku, Oh serangan itu lagi!

Aku terbawa ke awang2 lagi, aku mengeliat sambil kuremas rambutnya, aku sudah lupa kalau dia mertuaku dan aku bingung bagaimana car memulainya dan ketika dia puas dengan vaginaku, dia kembali menciumi buah dadaku sambil kuremas rambutnya

“Aaahh bapaaak bennarrr..ehh” selanjutnya kutarik wajahnya
“Emmh mariii pak…kitaaa teruuushkan paaak, aku juga menginginkanyahh emhhhh” dan kulumat bibirnya, lidah kami saling memilin satu sama lain sedangkan tanganya yang kasar tetap meremas dan memilin pentil bukit kembarku, akupun nggak kalah liarnya kubalik badanya kebawah, akupun posisi diatas dengan leluasa menggesekkan vaginaku yang sudah basah ke penis mertuaku yang tegang dari tadi, gerakanku semakin liar

“Ohhh pakkk terusss paakk…kumohonnn berikann akuu kepuasaannnhh” lenguhanku yang mengiba disambut ciuman pada buah dadaku dan remasan2 pada pantatku sehingga alat vital kami semakin beradu dan gerakanku semakin membuat gesekan2 yang erotis…ohhh basah sudah vaginaku terasa dan mulai kusambar penisnya yang masih dan segera kumasukkan kedalam vaginaku yang telah lama mendambakan dan itu inisiatifku sendiri…mungkin itulah yang dimaksud mertuaku untuk memuali…ah gila aku dibikin seperti cacing kepanasan olehnya

“Ooooh..ssssts” erangku sambil berusaha memimbing penisnya yang besar dan berotot itu
“Ssleeebbb…” penis itu mulai masuk dan benar2 nikmat saat itu, begitu seluruh batang penis itu menerobos masuk kedalam vaginaku, akupun melenguh
“Ohhh…emmmhh..sssts..paaakk…engghhh” mulai kutarik naik dan pelan oh betapa nikmat rasanya begitu pula saat kuturunkan pantatku hingga klitorisku menyentuh bulu2 kemaluan mertuaku disana ada gesekkan yang benar2 nikmat juga… “Ahhh..sssts pakkk eennaakk sssstts aahh” aku mengerang kenikmatan
“Ennaakk saayyaanghh? Nikmatilaahh sayaaang” katanya dan itu membuatku nyaman untuk meneruskan gerakan2 liarku diatas tubuh polos mertuaku, inilah hubungan intim yang ternikmat yang pernah kurasakan.

Yang terjadi sekarang bukan lagi pemerkosaan kepadaku, aku sudah lupa diri mertuakupun sibuk dengan kedua bukit kembarku… dan aku sibuk menggoyangkan pantat dan pinggulku mengikuti iramanya, akupun menikmati permainan ini dan semakin liar karena aku juga menginginkannya, meskipun aku hanya menerima perlakuannya pada tubuhku,

“Oh sintaaa teruusss sayaaanghh” dia genjot vaginaku dari bawah “Ohhhh nikkkmatt paaak” racauku tanpa sadar, karena seluruh penisnya telah menyeruak masuk kedalam vaginaku dan itupun aku yang memulainya
“Iyyaahh sayaaang, sekaraaang giliranmu menikmatiiinyaaa” lanjutnya, posisiku diatasnya dan itu belum pernah kulakukan dengan suamiku dan dia menggenjot vaginaku dari bawah dengan penuh perasaan
“Oouh ssssstss emmhh paaakk” eranganku mulai timbul, gerakanku semakin binal serta tanganya yang kekar meremas kedua pantatku yang bundar, penisnya yang besar benar2 memenuhi lubang vaginaku, gerakanku semakin gila dan akhirnya kumenjerit
“Uhhh paaak akuu…akuu…gaaak kuaaattt” tetapi dia tidak berhenti menggerakkan penisnya tambah cepat menghujam vaginaku, sambil ciumanya mengarah pada kedua bukit kembarku dan aku semakin dibawa kepuncak kenikmatan
“Ouuhhh paaakk, eehhhmm ahhh” aku tergelepar seperti terbang ke awang2 seluruh persendianku lemas tetapi mertuaku mengetahui itu, dia dekap tubuhku yang lemas ini tapi tetap memberikan kenikmatan itu pada vaginaku dan bukit kembarku, Oh inilah yang selama ini kucari itu, dan mertuaku tetap menggenjotku, dia benar2 membawaku ke puncak kenikmatan yang selama ini belum kutemukan.

Kemudian aku tergolek lemas diatas tubuh kekar mertuaku, dia ciumi wajahku dengan lembut, dia membalikan badanku yang lemas, kukira saat itu dia ingin melampiaskan hasratnya karena cuman aku saja yang mendapatkan kepuasan, ternyata tidak, malahan dia melepaskan penisnya perlahan dari liang vaginaku yang sudah basah oleh cairan kenikmatanku, mungkin karena dia melihatku masih lemas, dia seka seluruh keringat di tubuhku dan cairan kenikamatan di vaginaku dengan handuk, kemudian dia keluar dari kamarku hanya memakai handuk tanpa berpakaian…..

mengapa perlakuan dia berbeda dengan suamiku yang biasanya langsung tidur mendengkur setelah berhubungan intim denganku….mengapa dia kuat sekali dan tidak egois dalam menggapai kenikmatan, yang terakhir malahan hanya aku yang mereguk kenikmatan dan dia yang mangantarkan aku untuk mendapatkanya.

Aku masih belum percaya bahwa kejadian barusan benar2 terjadi begitu saja dan tiba2 pintu kamarku terbuka lagi

“Sayang, kubawakan air minum, minumlah dulu biar badanmu segar” dituangkannya air putih kedalam mulutku, kemudian dia belai rambutku dan mengecupku, ketika aku mau bangun dilaranganya
“Istirahatlah dulu, kamu belum pulih betul…”
Dalam hatiku masih malu bercampur dengan perasaan puas telah menepis rasa benci pada dia, tetapi aku aku diperlakukan lembut olehnya dan setelah segar badanku diapun mengambilkan oleh2 yang tadi dibawanya
“Aku tadi membelikan baju untukmu nanti setelah kamu pulih dan segar cobalah bajunya…yah? kamu pasti cantik memakainya” ujarnya, sambil mengambil bungkusan oleh2 itu di meja riasku.
“Kejadian ini harus kita rahasiakan berdua, jangan sampai ada yang tahu…nduk” akupun bingung menanggapi perkataanya barusan, karena akupun takut jika mas Rido mengetahui ini semua, tadipun aku juga ikut andil dalam permainan itu
“Kasihan suamimu dan ibu, mereka gak perlu tahu…apakah kamu setuju?” tanyanya dan akupun akhirnya menganggukan kepalaku
“Ya sudah, sekarang bapak mau mandi dulu…kamu aku tinggal ya?” dan dia beranjak sambil mencium keningku, tiba2 kuberkata
“Pak aku juga mau mandi…” oh kenapa aku bisa mengatakan itu? Atau aku gak mau ditinggalnya, atau mungkin karena perlakuannya padaku, atau apa aku sudah terpesona pada dirinya…oh gila! Kenapa aku ini
“Baiklah…kamu gak usah berdiri sayang…” dia langsung membuka selimut dan menggendong tubuhku yang polos, akupun merangkul pundaknya yang berotot itu, oh romantis sekali dia…kenapa suamiku berbeda denganya.
“Kita mandi bersama hemm?” dan aku menganggukan kepalaku, ah kita berdua sudah benar2 gila, mungkin ini yang sebenarnya kudambakan saat malam pengantin dulu, dia begitu mesra dan romantis ternyata.

Langkah kaki mertuaku belum sampai kamar mandi, akupun memberikan kecupan pada pipinya sehingga dia berhenti sejenak dan berkata

“Kenapa Sinta? Kamu menginginkanya lagi sayang hemm?” pertanyaan itu tidak kujawab tetapi langsung kucium mesra bibirnya dan diapun membalas ciumanku dan melanjutkan berjalan ke kamar mandi…benar2 kuat tenaganya, pagutan2 kecil itu berlangsung hingga masuk ke kamar mandi.

Diturunkanya tubuh sintalku di dalam kamar mandi tanpa melepaskan ciuman kami dengan kuremas rambut kepalanya agar tidak terlepas, aku benar2 ingin memberikan kepuasan padanya seperti dia memberikan kepadaku, kemudian tanganku berusaha melepas lilitan handuk yang menutup batang penisnya, kuraba pelan oh ternyata penis itu masih tegak dan kekar…betapa bahagianya istrinya dahulu pikirku…kemudian kecupan turun pada puting yang menempel didadanya yang bidang untuk memberikan rangsangan

“Ahhh sayanghh aaapakah kaamu suudah pulihhh ?” tanganya yang kasar tidak mau kalah memberikan rangsangan juga di buah dadaku yang sintal dan tangan kananya meremas-remas pantatku yang bundar, akupun terangsang dan menjawab “Sssudahhh paakk, aakuu ingiinn lakukannnn lagiiihh sssts ahhh” racuku manja dan genit padanya
“Baik sayaaanghh” tangan kananya tiba2 meninggalkan pantatku dan memutar kran shower dibelakangku,

kemudian gemiricik air menelan desahan2 kita berdua, tanganku memilin dan meraba daerah2 sensitif miliknya begitu juga dia, bibirnya pun tidak kalah ketinggalan memberikan rangasangan pada tubuhku dan kita arungi kepuasan lagi berdua di kamar mandi itu dibawah guyuran air shower.

Pada permainan di kamar mandi itu kita berdua sama2 terpuaskan, bahkan aku sampai dua kali merasakan orgasme…gila!, padahal dalam kondisi berdiri mertuaku menuntaskan permainan itu, memang benar2 hebat tenaga dia. Setelah itu kita pun selesai dan keluar dari kamar mandi bersama dengan wajah yang sama2 ceria dalam kepuasan, akupun masuk ke kamarku dengan hati yang ceria tidak ada penyesalan atau apapun, kemudian dia selesai berpakaian dan mengatakan

“Sinta aku ke rumah sebelah mau melihat ibu…jangan lupa untuk menjaga rahasia kita berdua” ucapnya
“Baik pak, cruuppp!” kucium bibirnya dan diapun membalas secepat kilat ciumanku kemudian meninggalkanku.

Kubersihkan seluruh kamarku dan kuganti sprei yang acak2an bekas tempat kami berdua menenggak kepuasan tadi, kemudian kuperiksa oleh2 dari mertuaku, aku heran kenapa dari dia lagi kudapatkan bukanya dari mas Rido suamiku, kubuka bungkusan itu ternyata berisi baju2 tidur yang seksi tanpa lengan dengan bahan kain yang tipis, lingeri yang seksi dan kucoba semuanya….kenapa semua baju2 itu begitu pas dan kelihatan cocok padaku, aku semakin seksi dan cantik mengenakannya, kurasa harganyapun sangat mahal kulihat dari bahan dan mereknya…

”Ah kusimpan saja baju2 ini, pasti ada pertanyaan besar kalau kupakai saat ada mas Rido” pikirankupun sudah ingin menjaga rahasia hubungan itu agar ini semua bisa tersimpan dengan baik, inilah awal dari kegilaan itu semua.

Hari2 berikutnya kujalani dengan ceria daripada sebelumnya, entah kenapa aku menjadi periang…sampai2 ibu mertuakupun bertanya

“Kamu kelihatan beda beberapa hari ini Sinta…kamu lebih ceria dan cantik kenapa? Apa ada kabar dari suamimu?” tanyanya saat kusuapi dia
“I iya bu, mas Rido menelepon tadi malam…katanya dia mau pulang” jawabku berbohong, padahal aku tidak mendapatkan kabar apapun dari dia…uh aku jadi kesal karenanya, kok suamiku gak ada kasih kabar juga kepadaku, apa dia sudah lupa telah memiliki istri
“Sinta kok melamun?” tegur ibu mertuaku membuyarkan lamunanku
“Maaf bu, aku tadi lupa belum membersihkan rumah” jawabku seadanya
“Bu saya balik dulu yah, setelah makan ibu tiduran saja yah?” cepat2 aku berpamitan sebelum dia tanya2 hal lain
“Nanti obat ini diminum ya bu, sudah Sinta siapkan di sebelah ibu” kataku
“Iya Sin, terimakasih yah” jawab mertuaku, akupun keluar dari kamarnya kemudian kucoba kucari ayah mertua ternyata dia belum kembali dari berolah raga, dia rajin untuk berolah raga lari2 dipagi hari.

Entah rasanya diriku ada rasa kangen denganya, sudah tiga hari ini dia tidak menggodaku lagi, padahal tiap saat aku sudah berdandan cantik untuknya supaya dia tertarik melihatku dan memulai permainan itu, sampai2 waktu mencuci bajupun kusengaja tidak menggunakan mesin cuci dan apabila dia bertanya akan kujawab mesinya rusak…kupakai baju yang minim dan sexy untuk menarik perhatiannya, memang usahaku berhasil dia mendekatiku dan menggodaku, tapi ternyata dia hanya membantuku menimbakan air untuk mencuci saja, dan tidak ada kelanjutanya…ah sebel jadinya, udah gak berhasil mengajaknya ke tempat tidur, malahan badanku capek semua.

Sampai esok harinya keinginanku itu tidak terkabulkan, dalam hal ini tidak mungkin aku yang memulai duluan untuk memintanya, aku benar2 mendambakan sentuhan itu lagi…ah aku benar2 sudah tergila2 padanya.

Akupun berusaha melupakan rasa itu dengan menyibukkan diri membersihkan seluruh isi rumah, kemudian aku mandi dengan pintu kamar mandi terbuka sedangkan pintu belakang sengaja tidak kukunci dengan harapan dia masuk seperti dulu, ternyata itu tidak terjadi…ah sudahlah tepisku, akupun masuk kekamar untuk berganti baju, belum sempat selesai ternyata pintu depan ada yang mengetuk akupun mengambil handuk untuk menutup tubuhku yang telanjang, entah waktu itu aku kok merasa ayah mertuaku yang datang, karena jam segitu dia biasanya selesai untuk joging keliling kampung, kemudian kuberlari ke pintu depan ternyata benar, akupun segera membuka pintu

“Oh bapak…kok tumben kesini?”matakupun berbinar-binar melihatnya
“Iya nih aku bawain kamu sesuatu…” jawabnya sambil memberikan padaku bungkusan
“Apa ini pak?” tanyaku
“Cuman makanan kecil tadi kubelikan waktu dijalan” jawabnya
“Masuk dulu pak ?” pintaku dengan genit padanya dan kuberanikan tanganku menggandengnya masuk, ah menantu yang kurang ajar dalam hatiku
“Aku barusan mandi habis bersihin rumah jadi belon sempet pake baju” godaku padanya
“Baik kalau begitu…bapak juga pengen kopi buatanmu nih” hatikupun berbunga-bunga melihat dia memasuki rumahku
“Aku mau numpang mandi disini ya Sin? Gak apa2 kan?” kilahnya padaku

“Ya gak apa2 to pak…lagian inikan juga rumah bapak…aku ganti baju dulu pak” jawabku sambil kedua tanganku pura2 membetulkan ikatan rambutku membuat buah dadaku menonjol sehingga handuk yang melilit tubuhku terangkat keatas yang akhirnya tubuh polosku bagian bawah terlihat sedikit, memang gerakan itu sengaja kulakukan, kulihat matanya memandangiku berbinar melihat sekelebat belahan pangkal pahaku tanpa penutup apapun berlalu dengan langkah sexi yang kusengaja untuk menarik libidonya, kemudian diapun langsung berjalan ke kamar mandi sambil melepaskan kausnya…dia juga tak mau kalah memamerkan kekekaran tubuhnya didepanku, akupun tertegun melihat tubuhnya yang masih menawan, begitu kekar dan jantan.

Akupun dikamar bingung memakai baju yang mana…ini adalah saat yang di tunggu2 olehku dan dia juga, akhirnya kupakai baju pemberianya, daster tipis yang sexi serta celana dalam yang menerawang, kukenakan tanpa memakai bra didalamnya untuk merangsang dirinya agar berbuat semaunya padaku, tidak lupa kupakai parfum sehingga membuat tubuhku wangi dan segar, kemudian baru kumasak air untuk membuatkan kopi untuknya.

Dari dapur kulihat dia telah selesai mandi “Kok cepet pak mandinya ?” sergahku padanya, karena kopi yang kusiapkan belum selesai

“Iya Sin…habis gak ada yang nemenin sih…” kelakarnya saat keluar dari kamar mandi
“Iih bapak bisa aja…yaudah bapak tunggu saja di ruang tamu nanti Sinta temenin minum kopinya gimana ?” jawabku genit, aku pun bingung blingsatan dengan keadaan itu, entah rasanya aku takut kehilangan kesempatan lagi denganya.

Setelah selesai kuantarkan kopi ke ruang tamu kulihat dia hanya menggunakan sarung saja sambil duduk di sofa

“Ini pak kopinya, silahkan diminum…” kataku sambil aku membungkukan badan agar terlihat belahan buah dadaku di hadapanya, diapun tersenyum lebar
“Loh kok kopi yang ini sih Sint?” katanya, akupun bingung dibuatnya
“Maksud bapak kopi apa ? Sinta gak ngerti pak” jawabku padanya, akupun masih berdiri merunduk dan bingung, aku yakin dia melihat buah dadaku tanpa berkedip karena kusengaja gak pake bra dan memang itu yang kuharapkan
“Duduklah sini manis akan kuberitahu kopi yang mana” tanganya pun membelai tanganku sambil menuntunku duduk disampingnya, ketika ku duduk disofa dasterku yang minim itu jadi terangkat sehingga pahaku yang mulus terlihat jelas dan kuregangkan sedikit sehingga terlihat menantang
“Pak, nanti dilihat orang loh, pintunya masih terbuka”, ingatku padanya
“Oh iya sebentar ya kututup dulu biar aman…” diapun melepaskan pelukannya dan tidak hanya ditutup tapi sekalian dikunciny pintu rumahku…ah berarti dia kesini memang untuku, kemudian dia duduk kembali disampingku
“Kopi yang kuminta adalah kopi milikmu manis” katanya, akupun bingung
“Bapak memang suka bikin aku bingung, katanya mau ngasih tau apa sih?” tanyaku dengan genit,

kubarengi dengan menurunkan paha kanaku, sehingga dudukupun semakin terbuka dan CD ku sedikit terlihat olehnya

“Kamu cantik sekali Sinta pakai baju ini” dia melihat seluruh tubuhku dari atas sampai kebawah seperti ingin melucuti semua yang kukenakan
“Pak yang tadi apa kok belum dijawab…bapak memang suka bikin aku penasaran” tanyaku manja sambil kutempelkan buah dadaku ke bahunya dan mencubit mesra pinggangnya, membuat dia jadi berani meletakkan tanganya yang kasar di atas pahaku dan aku diam saja membiarkan apa yang akan terjadi, berarti aku memberikan lampu hijau kepadanya untuk berbuat semaunya padaku
“Masih penasaran sayang hemm?” bisiknya ditelingaku tanganya mulai naik ke pangkal pahaku sehingga dasterku tersingkap semakin keatas, terlihat menerawang vaginaku yang dibalut celana dalamku yang tipis, sentuhan itu mulai merangsangku
“He emhh sssts…ppaak” jawabku setengah manja dan blingsatan karena tanganya yang kasar itu sudah bermain di pangkal pahaku
“Tanganku udah menyentuh kopi yang kuminta itu sayanghhh” diapun menjawab pertanyaanku sambil mengelus2 permukaan vaginaku yang masih tertutup CD ku yang tipis dan mulai mendaratkan ciuman di leherku
“Sssssts emhhhh…akuupun maauu punyaaa bapaaakk ennghh” tanganku akhirnya berani juga menggerayangi pahanya dan menemukan penisnya yang tegang dibalik sarung, ternyata didalam sarung dia tidak memakai apa2 lagi…

oh jadi dia sudah siap juga berhubungan intim denganku

“Milikilah Sinntaa…kapanpuunnhh kammu mauu sayaanghh” bisiknya sambil mencium daerah buah dadaku, akupun memberikan jalan kepada bibirnya untuk menciumi buah dadaku dengan menarik bagian atas dasterku yang elastis kebawah sehingga kedua bukit kembar ku bisa leluasa menerima ciuman ganasnya, tanganya sudah mulai menyusup kedalam CDku dan meraba lembut vaginaku, aku memberikan jalan padanya dengan meloloskan Cdku hingga terlepas tanpa sadar, tangan kananku meremas-remas rambut kepalanya sedang tangan kiriku mengelus tangan dia yang bergerilya di memeku

“Ohhh paakkk kitaaa pindah ke kaamar Sinntaa saajaa hemmhh” ajaku manja padanya “Kenapa gak disini aja shhayanghh” jawabnya menengadah padaku
“Ntarr kalau ada yang tahu gimana sayanngh? Aku gak mau hubungan kita terganggu…kalau dikamar kan aman” jelasku padanya sambil mengelus tanganya yang masih sibuk di permukaan vaginaku
“Baiklahhh…kamu benar sayang” diapun berdiri maka terlepaslah sarungnya dan dibiarkanya, melihat itu aku juga berdiri dan kulolosi dasterku ketika melihatku sudah polos dia memeluku dan mencium bibirku akupun membalas dengan binalnya, tubuhku yang tak tertutup sehelai benang itu di gendong nya menuju ke kamar tanpa melepaskan ciuman kami

Begitu memasuki kamar saat itulah kudikenalkan permainan baru untuku, tubuh polosku diletakan dikasur terlentang kemudian dia naik ke ranjang dengan arah berlawanan dari atas kepalaku jadi posisi kita saling berbalikan, kemudian kami berhadapan dan dia berkata

“Kukenalkan permainan baru padamu sayaang…kamu tinggal mengikuti apa yang kulakukan” katanya akupun heran mengapa posisinya seperti itu ? ditengah keheranan ciumanya langsung melumat bibirku, akupun menerima apapun itu dan percaya kepadanya untuk membawaku kepuncak kenikmatan.

Ketika berciuman kedua tanganya meraba kedua bukit kembarku dari atas kepalaku dan beberapa saat memilin puntingnya, akupun mengikuti gerakanya dengan gerakan yang sama…Ohhh ternyata benar, aku menikmatnya “Ssssttss emhh” erangku sambil ciuman kami semakin liar

Kemudian dia melepaskan ciumanya dan bibirnya menuju ke dua bukit kembarku, awalnya dicium lembut tapi lama kelamaan dia lumat habis pentilku

“Ouuhhh…sssstts enaaakk paaakkhh” lenguhanku terdengar jelas, kemudian didepanku terpampang dadanya yang bidang, maka kulakukan apa yang dia lakukan kepadaku yaitu menciumi kedua puntingnya
“Emmhhh…yahh beeggiiituuu saayaangghh” diapun mengerang kenikmatan, dan tanganku mengikuti gerakan tanganya yang meraba perutku turun kepaha dan pantatku yang bahenol kemudian meraba pangkal paha kami masing2 dan berakhir pada sentuhan2 lembut di vaginaku, oh benar2 permainan baru dan imbang karena kita sama2 merasakan apa yang dilakukan pasangan intim kita saat itu juga…

aku menggelinjang kenikmatan dan tanpa berhenti memberikan rangsangan yang sama padanya

“Ahhhmmmhh ennaaak saayaaanghh?” tanyanya padaku
“Emmmhh ssssstttss iyyaaahh paaakk emmmhh ssssts” jawabku seadanya

Ciuman2 kami masih pada puting susu dan itu memberikan rangsangan hebat kepadaku sedangkan tangan kami saling meraba pada daerah sensitif kami masing2, ini benar2 permainan yang sangat membakar birahiku
Kemudian ciumanya bergerak kebawah pusarku, terus turun didaerah pangkal pahaku dan dijilati dengan lembut bibir vaginaku…ah awalnya aku tidak bisa mengimbanginya, ketika dia lumati dan membelah vaginaku…aku terangsang hebat, aku mengeliat seperti cacing kepanasan, kucengkeram tubuhnya erat2 dan pantatku berputar-putar mengikuti jilatan lidahnya yang kasar pada klitorisku

“Ooouhhhmmmhh ssst paaakkhh ennnaakkhh…” erangku gak karuan, setelah beberapa saat baru kubisa menguasai diri dan tanpa jijik lagi langsung kukulum kepala penisnya, kumasukan kedalam mulutku
“Oouuuhh yaaahhh teeeruusss ssayaaaanghh..”erangnya, dia juga terangsang ketika kulakukan itu dan membuatku bersemangat untuk memberikan rangsangan pada penisnya seperti apa yang dia lakukan pada vaginaku…

Bergantian kita memberikan rangsangan pada bagian alat vital kami yang paling membawa kita pada puncak rasa nikmat…oh benar2 permainan baru yang fantastis….dan aku bisa dua kali orgasme saat itu Ketika vaginaku mula berdenyut-denyut kali ketiga kuinginkan permainan yang sesungguhnya

“Ssssstt paaak dimasukin yah punya bapak ?” pintaku padanya
“Baaik saayangh kamu sudah nggak tahaann ?” katanya sambil menciumi vaginaku yang sudah basah, diapun pindah kesampingku
“He ehhh…bapak pinter sekali…aku boleh diatas pak ?” pintaku sambil kugenggam penisya yang tegang dan kukocok lembut
“Tentu sayaaang” jawabnya, pahaku yang jenjang langsung melangkahi tubuhnya yang polos tepat diatas kemaluanya…penisnya kusambar dan kuarahkan pada vaginaku

Ku gesek2 kan penisnya pada bibir vaginaku dan kucium bibirnya, kitapun berciuman liar sembari tangannya meremas remas kedua bukit kembarku dan penisnya semakin tegang siap untuk menerobos masuk vaginaku

“Sssleebb…” penisnya memasuki vaginaku
“Ooouhh ssstss eenaaakk pakk” racauku sambil kuturunkan pelan2 pantatku sehingga penis yang besar itu masuk semua kedalam vaginaku

Tubuh kitapun bersatu, kamipun mulai memacu dan memompa kelamin kita… dan aku dibawanya kembali ke awang2…kadang aku diatas dan terkadang dibawah

Ketika aku diatas, aku benar2 menikmati penisnya yang bisa memenuhi vaginaku…goyangan pantatku pun liar…oh nikmatnya
Dan ketika vaginaku mulai berdenyut2 hebat akupun melenguh panjang “Aaaaahhkuu mmaauuu kelluaaar paaakk…”
Dia langsung membalikan tubuhku dibawah dan menghentakkan penisnya cepat “Kiiitaa saamaa2 yaaanngghh…” racaunya ketika diatas

“Baaaiikkhh paaak eemmmhh” lenguhku dan aku gak kuat menahannya…kurasakan sesuatu yang sangat nikmat menyerangku dan tanpa sadar kugigit dadanya…desiran yang benar2 nikmat bertubi2 menyerangku
“Aaaahhh akkuuu jugaaa saaayaaanghh…aaaahhh” dia pun tersentak hebat beberapa kali diatas tubuhku, setelah itu pantatnya bergoyang memutar sehingga desiran itu datang lagi menyerangku
“Oooouhhh ppaaaakk” erangku yang kedua kali, penisnya tetap memberikan gesekan2 erotis didalam vaginaku sampai kita berdua terkulai lemas

Bibirnya mencium mesra bibirku, akupun membalasnya sebagai rasa terimakasih padanya…lama kita saling berciuman untuk menuntaskan rasa kangen padanya akupun menahanya ketika penisnya mau dicabut

“Enntaar ajaaa paaakk, Sinta masih kangen” pintaku sambil menahan pantatnya agar penisnya gak tercabut
“Iyaa Sint, bapak juga” jawabnya sambil menusuk nusukan perlahan lahan ke dalam vaginaku yang masih ada sisa denyutan kenikmatan

Sejak kejadian itu kami sering mengulangi perbuatan itu secara sembunyi2, terkadang dia yang datang kekamarku sewaktu suamiku tidak ada dirumah, bahkan akupun sering mendatangi kekamarnya atau kita lakukan dikebun belakang rumah apabila suamiku berada dirumah. cerita panas

Dewasa Wanginya Memek Amoy Cantik
Category: cerita panas
Tags: cerita panas

cerita panas Inah dicerai suaminya karna sudah 7tahun perkawinan mereka belum dikaruniai anak ,sehingga suaminya menceraikannya,namun Inah dengan tabah menerima kenyataan itu dan akhirnya setelah hampir satu tahun hidup menjanda dikampung ia merasa jenuh dan kemudian ia putuskan untuk pergi keJakarta setelah ada ajakan dari Linda yang bersedia mempekerjakan inah dirumahnya untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga.

Linda seorang General-Manager muda cantik, yang berumur 36 tahun dari perusahaan Otomotif yang cukup bonafids. Linda sengaja mengambil pembantu yang menarik seperti Inah adalah disamping untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga juga untuk fariasi dalam petualangan sexnya dengan suaminya Rudi . yang berumur sekitar 38 tahun yang bekerja sebagai pejabat di departemen perpajakan,tak heran bila penghasilan Rudi begitu besar,tak sebanding dengan gaji yang semestinya ia terima,maklum seperti sudah menjadi rahasia umum bahwa bagian pajak adalah lahan yang basah, beruntung ia tidak tertangkap seperti Gayus tambunan …
Setelah sampai dirumah Linda menyuruh Inah untuk istirahat setelah makan siang
“Nah, ini kamarmu dan dilemari itu ada beberapa pakaian untuk kau kenakan, dan itu ada alat-alat kosmetik bisa kamu gunakan” sambil menunjuk keatas meja rias.
“Ini untuk saya nyah..ta..tapi” jawab inah gugup saat melihat seisi ruangan.
“Sudah jangan banyak tanya nanti aku ajarkan kau menggunakannya.”
 
Sepeninggalan Linda Inah terheran-heran menyaksikan alat-alat kosmetik yang diberikan oleh nyonyanya. “untuk apa nyonya memberikan kosmetik yang beraneka ragam seperti ini. dan tentu mahal harganya” sambil berfikir ia memperhatikan seisi ruangan . ruangan yang cukup nyaman pikirnya, tidak sesuai dengan kamar pembantu. Diatas meja tersedia TV lengkap dengan DVD Player, lalu ia membuka lemari dan terlihat pakaian-pakaian yang tidak pernah ia lihat sebelumnya serta pakaian-pakaian dalam yang sexy dengan corak dan warna yang mencolok serta menantang.
 
Lalu ia membuka laci dimeja tv, tampak dia lihat beberapa cassette dvd yang bergambar orang-orang bule sedang bersetubuh,yang ia ketahui sebagai dvd porno. Setelah ia mandi ia berfikir sebenarnya apakah pekerjaan dia dirumah ini, kalau hanya seorang pembantu rumah tangga mengapa disediakan fasilitas-fasilitas seperti ini namun dia berfikir lagi Ah, tak perdulilah mau jadi apa kek.., mau diapain kek.. yang penting aku telah senang disini dan akan aku nikmati segalanya. Pikirnya. Seraya ia putar dvd porno yang juga pernah ia tonton dirumah tetangganya dikampung waktu ia menjanda disana.
 
Senja telah tiba dan Rudi baru saja pulang dari kantornya seraya memarkir mobilnya digarassi. Selesai memasukan mobilnya digarassi,rudi berpapasan dengan inah yang sedang menyapu halaman. Yang langsung disapa oleh inah dengan agak menunduk. “Selamat sore tuan” sapa inah dengan ramah. “Oh..ya..ya..sore,sore kamu tentu inah ya, kapan datang” tanya rudi dengan agak gugup karna terpana dengan kemolekan tubuh inah. “Tadi siang tuan, dijemput oleh nyonya diterminal” jawab inah. “Oh, begitu, tapi tolong jangan panggil saya tuan, kau bisa panggil aku Om atau bapak”
 
“Ma-af tuan.. eh..Om, ma-af Om” jawab inah gugup. Rudi segera menemui Linda yang sudah menunggu didalam,dan seraya memuji.
“Ah, gila bahenolnya. hebat juga kamu dapetin tuh cewek, aku langsung horny nih Lin”
“Dasar kamu kontol nakal begitu ngeliat cewek montok langsung semaput” sambil tangan nya meremas kontol suaminya itu.
“Aduuh… kau main remes aja aku jadi tambah konak nih”. Sambil meremas kemaluan milik suaminya Linda berbisik lembut diteliga Rudi
“Sabar sayang kita akan pesta nanti malam menikmati ayam kampung dari Sukabumi itu” seraya dia berikan kecupan lembut kebibir suaminya.
 
Sekitar pukul 21.00 setelah mereka selesai makan malam Linda memasuki kamar Inah dengan mengenakan sepatu lars tinggi berwarna merah serta celana dalam sexy dan BH berwarna merah dengan rias wajah yang menantang serta rambut disasak seperti wanita dalam film-film Blue. Inah serta merta merasa kaget hampir tidak mengenali yonyanya tersebut
 
“Ya, ampun, ada apa nyah” pekiknya.
“Tenang nah kita akan melakukan permainan yang mengasyikan yang tentu kau pun akan menyukainya ” Dengan lembut Linda mejelaskan,sambil jari jemarinya yang lentik serta dihias pewarna kuku itu mengusap usap piggul Inah.
“Permainan apa nyah ? ” “Nanti kamu akan tahu sendiri, sekarang mari aku bantu mengenakan pakaian yang aku berikan padamu” Inah masih terheran-heran ketika Linda mulai membantu mengenakan stoking serta menghias wajahnya dengan mike up yang menantang .
 
Sambil memberi meke-up pada wajah Inah mata Linda tertuju pada beberapa CD yang tergeletak diatas meja tv.
 
“Rupanya kau telah menonton film-film itu nah, bagaiman asyik enggak..?” tanya Linda sehingga Inah tampak malu-malu. “Habis iseng sih nyah, makanya saya stel film itu, dikampung kadang-kadang juga suka nonton dirumah tetangga, yah, namanya juga janda, iseng nyari hiburan.” Jawab Inah polos.
“Kamu mau nah, melakukan seperti yang ada difilm itu.?” Tanya Linda,sehingga Inah tampak semakin kikuk mendengar pertanyaan Linda
“Ah, nyonya bisa aja, saya kan janda nyah sama siapa saya akan melakukannya”
“Kalau sama suamiku kamu mau nah?” hampir terbelalak inah mendengar ajakan nyonyanya itu, bagaimana mungkin dia berhubungan badan dengan tuannya sementara nyonyanya tahu.
“Lihatlah dirimu dicermin itu kau tampak sexy pasti suamiku tergila gila melihatmu “ Inah terheran-melihat penampilannya didepan cermin namun dalam hati timbul rasa bangga melihat betapa sexy dan menggairahkan dirinya dengan penempilan seperti itu mirip seperti wanita-wanita difilm porno yang tadi siang ia tonton.
 
Ketika Inah terpesona dengan dirinya, Linda menuntun inah keruang utama dan disana Rudi sudah menunggu dengan hanya mengenakan celana dalam.
 
Rudi tampak seperti tersihir melihat penampilan Inah sehingga benda yang berada didalam celana dalamnya tampak semakin menonjol
 
“Woow.. sangat luar biasa begitu sexy dan sangat menantang” pujinya Inah tampak tersipu malu namun juga merasa terangsang melihat rudi yang berwajah tampan serta berbadan atletis hanya mengenakan celana dalam sehingga tampak menggairahkan bagi seorang janda kesepian seperti dirinya.
 
Linda segera mengecup bibir suaminya dan saling berpilin lidah sambil tangan Linda meremas remas kontol rudi yang sudah menegang, lalu Linda melorotkan celana dalam rudi dan mendorong rudi kesofa sehingga rudi terduduk disofa dengan kontol mengacung Linda segera membelai belai kontol rudi dan menjilatiya , sementara Inah memandaginya sambil berdiri , Linda sambil berjongkok semakin gencar mengulum kontol rudi. Lalu menarik lengan inah.
 
“Inah kau berjongkok disini pegang kontol ini dan lakukan seperti yang aku lakukan, jangan sungkan-sungkan kau bebas melakukan apapun yang kau mau” Lalu dengan ragu inah memegang kemaluan rudi dan memasukannya kedalam mulutnya mula-mula ia agak canggung namun nafsu yang sudah begitu besar membuat ia tak peduli ia telan habis kontol itu seperti yang ia lihat difilm Blue. Sementara rudi terus merem melek menahan nikmat.
 
Linda menghampiri rudi dan melumat lidah rudi seraya berbisik.
 
“Bagaima sayang telah kau rasakan mulut wanita desa itu dengan kontolmu ”
“Zzzzzz…..aaaaaaaahhh…!! sedaaap sekali lin kontolku serasa diawang-awang ..aaaaaeehh teruuuss naah enaakk niiihh. ”
 
Inah semakin bersemangat mengulum kontol rudi lalu lidahnya turun kebawah dan menjilati biji pelirnya serta mengisap-hisap buah telur milik rudi. Dan rudi semakin meracau tak karuan. Linda segera berdiri disofa dan mengarahkan memeknya kewajah rudi. “Hisap memekku sayang “ perintah Linda , segeralah rudi melumat memek Linda sambil kontolnya dihisap inah. Linda memejamkan matanya saat rudi menjilati dan melumat memeknya sambil tangannya memegang tembok dibelakang sofa.
 
“Iya, terus rud, jilati memekku aiiih.. ah..ah iya terus rud, itilnya rud… itilnya kau jilat uuuuuhh..asyiiiik” Rudi semakin bersemangat mendengar racauan Linda ia semakin bernafsu melumat memek Linda yang sudah basah tersebut.
 
Sementara Inah dengan penuh nafsu dia lumat terus batang kontol rudi. satu tahun menjadi janda tanpa pernah sekalipun melakukan hubungan badan membuat dia sangat haus sekali dengan permainan sex apalagi ditambah dengan seringnya ia menonton vcd porno bertambah saja menumpuk nafsu birahinya yang iya pendam selama setahun, selama dikampung apabila ia habis menonton vcd porno ingin sekali ia melakukan adegan-adegan yang ada difilm tersebut namun tak pernah kesampaian.
 
Hingga pada akhirnya ia berada disini dan segala impianya itu bisa ia wujudkan disini dengan pria setampan rudi, maka seluruh nafsu birahi ia tumpahkan disini sambil terus melumat kontol rudi tangan kirinya mengobel-ngobel memeknya sendiri hingga memeknya tampak basah.
 
Hampir sepuluh menit inah meghisap kontol rudi dan rudi mennjilati memek Linda, dan Linda segera turun dari sofa dan segera menungging dilantai yang telah dipasang karpet permadani tersebut.
 
“Ayo rud! entot memekku dari belakang ” sambil tangannya menggosok-gosok memeknya.
 
Rudi segera mengarahkan kontolnya tepat dimulut memek Linda lalu dia tekan seluruhnya memek Linda yang sudah basah tersebut. Linda memejamkan mata saat batang rudal rudi menembus liang memeknya serasa nikmat menjalari tubuh Linda hingga mulutnya berkicau tiada henti.
 
“Zzzzz..aaaaahhhh, uuh..uuh terus rud. Goyang terus rud yang kenceng rud ooooohh..yea oooohh..yea memekku terasa nyaman sekali rud. eenaaaaak tenaan. ” Rudi terus menancapkan batang kontolnya dengan sekuat tenaga kelobang memek Linda, irama yang terdengar dari memek Linda sangat erotis karna memek Linda sudah basah cloooob….clooob ….clooob sleeb..sleeb…sleeb begitu seterusnya secara berirama sehingga Inah degan terpana menyaksikan bagaimana kontol rudi menusuk-nusuk memek Linda . Inah memelihat dari jarak hanya sekitar 10 cm sehingga dengan jelas dia dapat melihat betapa indahnya saat kontol rudi keluar masuk memek linda, sambil tangannya mengobel ngobel kemaluannya sendiri ia sudah tidak sabar ingin merasakan hantaman kontol rudi.
 
Linda sambil menikmati hantaman kontol rudi ia menyaksikan apa yang diperbuat Inah lalu tersenyum dan berkata “Inah kamu jangan ngeliatin aja dong, kamu jilatin kontol suamiku, jangan malu-malu kan sudah aku bilang kamu boleh melakukan apapun yang kamu mau, kau praktekan apa yang pernah kamu lihat divcd porno ” Sebenarnya memang itu yang diinginkan oleh inah maka tanpa ragu-ragu ia hisap buah pelir rudi sambil terus batang kontol rudi keluar masuk memek Linda.
 
Maka serasa ganda kenikmatan yang dirasakan oleh rudi yaitu kenikmatan memek Linda dan kenikmatan hisapan mulut inah di buah pelirnya. Rudi memejamkan mata sambil menusuk-nusukan kontolnya kememek Linda “Aahh, asssiiik terus nah hisapi biji pelerku nikmaaaaat iya teruuuuss kalau perlu kau telan semua. Sssssss…. Aaaaahhh” Inah terus melumat pelir rudi sambil sesekali menjilati batang kontol rudi yang masih terselip diantara memek Linda.
Melihat keinginan inah untuk menjilati batang kontolnya maka rudi segera mencabut kontolnya dari memek Linda, kontol tersebut sudah basah oleh cairan memek linda, dan ia masukan kemulut inah
 
“Hisap kontolku nah aku tau kau sangat menginginkannya ” dengan rakus inah langsung melumat batang kontol rudi yang telah basah oleh cairan memek Linda tersebut. hanya beberapa saat rudi langsung menusukan kembali kedalam lubang memek Linda, ia kocok beberapa kali lalu ia keluarkan kembali dan ia masukan lagi kedalam mulut inah, inah menghisapnya beberapa saat untuk kemudian rudi menusukan lagi kedalam memek Linda ia kocok beberapa kali lalu ia keluarkan dan dimasukan kembali kemulut inah untuk dihisap, begitu serusnya secara berirama.
 
Hingga pada akhirnya Linda berteriak
 
“Aaaaaahhh terus rud kocok yang kuat aku mau keluar niiih ” rudi terus menghatam memek Linda dengan sekuat tenaga dan dengan irama yang sangat cepat, dan akhirnya Linda sampai pada puncaknya.
“Aaaaaaaaaaahhh….aaaasyyyyyyiiik ennnnnnnaaaaaaaaak ooooooooohh….” Begitu banyak cairan yang keluar dari memek Linda sehingga menimbulkan bunyi yang indah saat kontol rudi mengocoknya jrrrrrrrooot….jrrooooot….clloook…cloook…clooop
 
Linda tersenyum puas sambil terus menugging dan rudi masih menghantam memeknya
 
Lalu Linda berseru. “Stop rud, sekarang kau giliran mengentot memek inah ” Linda segera bangkit dan mendorong tubuh inah hingga terlentang dilantai.
 
“Nah sekarang kau akan merasakan nikmatnya batang kontol suamiku, aku tau kau sudah tidak sabar bukan..? sambil tangan Linda mengobel –ngobel memek inah.
“Iya nyah aku sudah kepingin sekali nyah ” lalu Linda meraih kontol rudi dan dihisapnya beberapa saat lalu berbisik kepada rudi.
“Sekarang kau entot memek wanita desa ini rud ” sambil tangan nya membelai kontol rudi yang sudah tegang ia berikan kecupan mesra pada suaminya.
“Selamat menikmati sayang ” lalu ia tuntun batang kontol rudi kearah lubang memek inah yang mengangkang ia tekan kontol rudi hingga masuk seluruhnya liang memek inah.
 
Inah terpejam saat batang kontol rudi menembus kelubang memeknya nikmat yang sudah lama tidak ia rasakan kini ia rasakan kembali dengan pria yang setampan rudi dan batang kontol yang begitu besar.
 
“Aaaaahhhh asyyyyyyik …terussss, legit Ooom. enaaak , sssssssssess….aaaaahhh. enaak Eeeuuuuuuuyy” terus inah meracau tanpa rasa canggung karna rasa canggung nya telah terbenam oleh rasa nafsu dan nikmat yang begitu menggelora.
 
Rudi menggigit bibir bawahnya karna merasakan legitnya memek inah yang belum pernah ia rasakan sebelumya.
 
“Bagaimana rud enak memeknya ?” bisik Linda.
“Luar biasa lin, gurih sekali barang wanita kampung ini aaaaaahhh…..aaaaahhh…. zzzzzz…aaahhh” Linda mengecup bibir rudi sambil tangan nya membantu mendorong pantat rudi agar lebih tandas masuk kememek inah.
 
Inah terus meracau tak karuan dengan logat sunda yang masih kental sambil pantatnya ia goyang mengimbangi hantaman kontol rudi.
 
“Enaaak eeuuyy aaaaaahhh, ayu atuh Oom. geol yang kuat ” rudi tak tahan melihat sexy nya tingkah laku inah lalu ia lumat dengan rakus bibir inah dan mereka saling berpilin lidah, inah dengan nafsu langsung menyambut ciuman rudi sambil ia cengkram kepala rudi dengan kedua tangan seolah-olah tidak ingin ia lepaskan.
 
Melihat adegan itu Linda segera berinisiatif untuk menjilati batang kontol rudi yang keluar masuk memek inah sambil sesekali ia jilati juga memek inah sehingga inah merasakan semakin nikmat saat lidah Linda menjilati bibir memeknya.
 
“Iya nyah assyik nyah jilatin terus nyah geli euy”
 
Mendengar perkataan inah, Linda semakin bersemangat menjilati bibir memek inah dan juga itilnya sehingga inah semakin blingsatan.
 
Hampir lima menit rudi menggojlog memek inah dan memek inah tampak semakin basah oleh cairan birahinya. Sementara Linda mulai menjilati biji pelir rudi dan juga lubang anus rudi tak luput dari jilatannya sehingga rudi merasa geli-geli nikmat saat ujung lidah Linda menggelitik lubang anusnya.
 
“Iya enaak lin terus kau jilati lubang pantatku aaahhh….aaaaahhh…geli, lin ”
 
Rasa nikmat yang dirasakan rudi dari dua sisi yaitu dari batang kontolnya yang menembus memek inah dan lubang pantatnya yang dijilati Linda, membuat ia tidak tahan dan akhirnya sampailah pada klimaksnya disertai jeritan panjang rudi
 
“Aaaaaaaaaaaaaah aku keluar liiiin…” Disusul pula secara bersamaan oleh jeritan inah yang mencapai orgasme.
“Aduuuuh ennaaaak euuuy.. ” sehingga susana sangat riuh pada saat detik-detik kenikmatan tersebut.
 
Dan rudi segera mengeluarkan batang kontolnya, Linda dengan cepat menyambut cairan air mani yang keluar dari kontol rudi dengan mulutnya, begitu banyak sperma yang keluar sehingga mulut Linda serasa penuh oleh cairan gurih-gurih asin itu.
 
sperma tersebut menghiasi juga pipi dan dagu Linda, inah pun segera bangkit dan menjilati sisa-sisa sperma dari batang kontol rudi.
 
Melihat inah menghisap-hisap kontol rudi untuk mendapatkan sisa-sisa sperma, Linda segera tanggap dan ia tarik rambut inah sehingga inah tertengadah lalu Linda menumpahkan sebagian sperma rudi yang berada dimulutnya kedalam mulut inah, inah dengan rakus langsung menelannya bahkan sperma yang melekat didagu dan pipi Linda ia jilati pula. Linda dan inah akhirnya saling berpilin lidah dan saling berciuman untuk menikmati sperma yang ada dimulut masing-masing.
 
Rudi terduduk disofa sambil menyaksikan atraksi yang erotis yang diperagakan oleh Linda dan inah.
 
Dan akhirnya inah bersandar dibawah sofa sambil melepas lelah dengan meminum segelas Orange juice. Linda bercelentang diatas karpet sambil menikmati rokok Sampoerna A mild kesukaannya. Sementara rudi duduk disofa sambil menenggak sekaleng bir Heineken.
 
Kira-kira setengah jam mereka melepas lelah sambil berbincang-bincang dan menyantap makanan kecil, tubuh mereka sudah mulai pulih kembali, Linda segera menangkap batang kontol rudi dan menghisapnya lalu memberikannya pada inah
 
“Nah ini, ayo kau hisap kita akan segera melakukan permaian kedua yang lebih mendebarkan dan yang belum pernah kau alami sebelumnya, dan pasti kau akan menyukainya pula” inah segera menghisap kontol rudi dengan bersemangat, dan Linda membisikan sesuatu pada rudi.
“Ayo rud, kita segera akan melakukan Anal sex, anusku sudah tidak tahan menerima hantaman batang rudalmu”
“Iya sayang aku pun sudah tidak tahan untuk menikmati lubang anusmu yang legit itu ” bisik rudi pula.sambil mengobel lubang anus Linda.
 
Lalu Linda terlentang diatas karpet sambil mengangkang dan menusuk-nusukan jari telunjuknya kedalam lubang anusnya sendiri sambil sesekali mengoleskan air liur pada lubang anusnya.
 
“Bagaimana inah apakah sudah siap batang kontol yang kau hisap itu untuk menghantam lubang anusku, cepat aku sudah tidak tahan nih.”
“Iya, sebentar nyah” Lalu inah segera mengeluarkan batang kontol rudi dari mulutnya dan segera menuntunnya kearah lubang anusnya.
 
Rudi segera menekan kontolnya kedalam lubang dubur Linda serasa peret dan enak, batang kontolnya serasa dijepit oleh anus Linda dan lindapun memejamkan matanya menahan nikmatnya batang kontol rudi menusuk nusuk anusnya
 
“Aaaaaaahhh…asssyyyik terus rud hantam lobang pantatku auh..auh..iya, iya”
 
Rudi terus menggenjot kontolnya secara berirama sambil memejamkan matanya dan tersenyum nikmat merasakan batang kontolnya yang dijepit oleh anus Linda, serasa nikmat membawa tubuhnya keawang-awang.
 
Inah terpana menyaksikan kontol rudi yang begitu besar menembus tanpa ampun kedalam lubang dubur Linda, namun Linda tampak merasa nikmat yang luar biasa. Sungguh permainan yang belum pernah dirasakan oleh inah sebelumnya namun inah sering menyaksikannya divcd porno, dan ia ingin sekali mencobanya dengan rudi.
 
Inah segera menjilati biji pelir rudi dari belakang sambil sesekali ia jilati pula batang kontol yang terselip diantara lubang pantat Linda, sampai pada akhirnya ia jilati pula lubang dubur rudi, mula-mula ia agak jijik namun setelah beberapa saat ia mulai merasakan kenikmatan tersendiri yang belum pernah ia rasakan sebelumnya, maka dengan rakus ia jilati terus lubang dubur rudi sampai ia tancapkan ujung lidahnya kedalam dubur tersebut, Menerima aksi inah yang atraktif tersebut membuat rudi semakin merasakan kenikmatan yang luar biasa, lubang duburnya serasa digelitik benda lembut saat inah menancapkan ujung lidahnya kedalam dubur rudi.
 
Sementara rudi memejamkan mata saat menikmati dubur Linda dan juga lubang duburnya yang dijilati oleh inah.
 
“Aaaaah…. Asyyyiiiiik jilatin terus lubang pantatku nah, masukan seluruh lidahmu kedalam anusku, serasa sukmaku melayang…sseess..aah ”
 
Linda memeluk leher rudi dan melumat bibir rudi dan mereka saling beradu lidah dalam menikmati permainan tersebut.
 
“Aaahh teruuuus rud, goyang terus batang kontolmu kedalam lubang pantatku, tandaskan seluruhnya rud, biarkan sukmaku melayang karna nikmat yang kau berikan ini” rudi terus menghantam dubur Linda dengan kekuatan penuh, sementara lidah inah masih terus bergerilya didalam lubang anus rudi.
 
Pada menit kesepuluh permainan tersebut, mereka merubah posisi, kini rudi telentang dikarpet, sementara Linda diposisi atas dengan berjongkok membelakangi wajah rudi, setelah inah menghisap beberapa saat batang kontol rudi lalu Linda mulai memasukannya kembali kedalam lubang pantatnya dan langsung memompanya sambil berjongkok dengan irama yang mula-mula lambat hingga lama kelamaan sangat cepat
 
“Hihh …hihhh..hihh.. rasakan goyanganku ini rud semoga kau menikmatinya”
“Iya terus lin enak sekali kontolku serasa tersedot oleh lubang anusmu”
 
Kemudian rudi segera memerintahkan inah untuk memberikan memeknya kemulutnya, maka segera saja inah berjongkok diatas wajah rudi dan rudi dengan rakus segera menjilatinya sehingga inah menggigit bibir bawahnya sambil matanya terpejam karna merasakan nikmat
 
“Aaaaaah…asyiiiik om, geli-geli enaaaak terus Oom. emmmmmmm..aaahhh” Inah terus meracau sambil menjambak rambut rudi, dan rudipun tidak hanya menjilati memek inah tetapi ia mulai pula menjilati lubang dubur inah, sehingga inah semakin merasa nikmat dan juga agak geli saat ujung lidah rudi menggelitiki lubang dubur inah , sehingga ia sesekali tertawa manja saat merasakannya
 
“Aiiihh…auuw…geli Oom.hiii..hiii..hiii…aiihh.. auuw..auuw… hiii…hiii..hiii tapi asyiik om, geli-geli enak, terus om.. terruuuuss.. mmmmmmm..ahhhh.”
 
Lebih dari sepuluh menit Linda memompa batang kontol rudi dengan lubang anusnya sambil berjongkok membuat peluh ditubuhnya bertambah deras hingga ia merasa kehabisan tenaga dan menghentikan kegiatan tersebut. Lalu ia berbisik kepada inah “Nah, sekarang giliran lubang pantatmu yang menerima hantaman kontol rudi, apakah kamu sudah siap, nah…?” seraya mengecup bibir inah dengan mesra.
 
“ Iya, nyah saya sudah tidak sabar ingin merasakannya nyah ”
“Rud, apakah kau sudah siap untuk mengentot lubang pantat inah yang masih perawan itu” bisik Linda kepada rudi.
“Ow.. tentu sayang, aku sudah tidak sabar untuk memerawani lubang anus wanita desa yang seksi dan mulai nakal ini”
 
Lalu Linda segera telentang dan memerintahkan inah untuk menungging diatas tubuhnya.
 
“Kau akan merasakan sesuatu yang menakjubkan dalam hidupmu nah, saat melakukan permainan ini” dan inahpun segera menungging diatas tubuh Linda yang telentang dengan posisi memek inah tepat berada diatas wajah Linda dan posisi memek Linda berada didibawah wajah inah, seperti posisi 69.
 
Lalu linda segera menjilati lubang dubur inah dan mencolok-colok nya dengan jari telunjuk sambil mengoleskan air ludah kedalam dubur inah, Lalu rudi segera memasukan batang kontolnya kedalam mulut Linda untuk kemudian linda menghisapnya dengan rakus beberapa saat kemudian ia keluarkan batang kontol rudi dari mulutnya dan mulai ia arahkan kontol rudi kelubang dubur inah
 
“Selamat menikmati sayang” bisik Linda dan rudi pun langsung menekan batang kontol nya kearah anus inah yag telah basah oleh air ludah Linda, ia tekan dengan lembut dan penuh perasaan karna memang agak sulit memasukan batang kontolnya kedalam lubang pantat yang masih perawan seperti inah.
 
Beberapa kali sempat meleset dan akhirnya berhasil juga tembus berkat usaha Linda membantu menuntunnya serta melumasinya dengan air ludah. Pada saat tembus kedalam lubang duburnya, inah sedikit meringis karna merasa agak perih, namun kira-kira beberapa detik kemudian ia mulai merasakan kenikmatannya sehingga ia tampak memejamkan matanya merasakan nikmat.
 
“Mmmmmmmmm..aaaaahhh.. asyyiiiiiik..terus om, entot lobang dubur saya om, enaaak….” Inah menikmati tusukan batang kontol rudi yang menghantam lubang anusnya sambil menjilati memek Linda yang berada dibawah wajahnya.
 
Inah benar-benar merasakan petualangan yang mengasyikan dan ia benar-benar menikmati itu semua.
 
Rudi menikmati keperawanan anus inah sambil memejamkan matanya, sambil sesekali meringis karna anus inah serasa masih begitu sempit dan peret karna belum pernah dimasukan oleh batang kontol, berbeda dengan lubang anus Linda yang sudah sering dihantam oleh berbagai macam kontol. Sehingga rudi tidakbisa menggoyang batang kontolnya dengan terlalu keras, namun harus penuh kelembutan dan penuh perasaan.
 
Linda beraksi dengan menjilati pangkal kontol rudi yang masih tersisa diluar anus inah serta menjilati lubang memek inah secara bergantian, sambil merasakan kenikmatan lubang memeknya yang dijilati oleh inah. Hampir sepuluh menit rudi menikmati anus inah, dan rudi segera mengeluarkan batang kontolnya dan ia masukan kemulut Linda untuk dihisap, Linda menghisapnya dengan rakus, aroma anus inah masih terasa melekat pada kontol rudi sehingga menambah rasa kenikmatan tersendiri bagi Linda hingga dengan lahap ia melahap kontol rudi tersebut. Hanya beberapa detik kemudian rudi memasukan kontolnya kembali kedalam dubur inah, lalu ia pompa beberapa kali dan ia keluarkan lagi dan dimasukan kembali kedalam mulut Linda untuk dihisap oleh Linda, begitu seterusnya untuk bebeberapa kali.
 
karna rudi mengerti Linda sangat suka menikmati kontol yang baru saja dikeluarkan dari lubang anus. Aroma anus yang melekat pada batang kontol sangat membangkitkan gairah bagi Linda, itulah yang dikatakan oleh Linda kepada rudi beberapa waktu lalu.
Akhirnya, setelah inah menerima hantaman kontol rudi yang bertubi-tubi pada lubang duburnya, dan juga jilatan lidah
 
Linda pada lubang memeknya, sampailah inah pada puncak kenikmatannya disertai dengan jeritan yang keras.
 
“Aaaaaaaaaaaaaaaahhh….. enaaaakk… Euiiiiiiiiiiiiiiiyy.” Maka tumpahah cairan hangat yang bening keluar dari lubang memek lnah, dan Linda dengan rakus langsung menghirup cairan tersebut dan menelannya.
 
Beberapa saat kemudian disusul oleh jeritan rudi yang telah mencapai klimaks.
 
“Aaaaaaaah… aakku.. keluar lin…” dan rudi segera menarik keluar batang kontolnya dan dikeluarkan air maninya diatas lubang dubur inah.
 
Crrroooot……crrrrroottt…crooot…. Banyak sekali sperma rudi yang keluar memenuhi sekitar lubang anus inah, dan dengan rakusnya Linda segera menjilati sperma disekitar lubang dubur inah tersebut dan ditelannya sampai habis, sampai dijilatinya kedalam lubang dubur inah dengan harapan masih tersisa air mani rudi.
 
” Mmmmmm…nyeemmm…nyeemm..nyeemm. gurih sekali air manimu rud, apalagi bercampur dengan aroma dubur inah serasa nikmat tiada tara…” sambil terus menjilati sisa-sisa air mani rudi yang terselip didalam lubang anus inah.
Inah terkapar lemas diatas tubuh Linda yang masih menjilati lubang anusnya.
 
Inah terkapar lemas namun senyum bahagia tampak terlukis diwajahnya karna benar-benar ia merasakan kenikmatan yang luar biasa, yang belum pernah ia rasakan sebelumnya dan tak akan pernah ia lupakan sampai kapanpun. Dan ia berharap ini jangan cepat-cepat berakhir, karna ia ingin terus merasakan kenikmatan seperti ini lagi. cerita panas 
Ngentot Dengan Teman Kakak Memek Sempit
Category: cerita panas
Tags: cerita panas

cerita panas Namaku Riyan, aku anak ke dua dari orang tuaku, aku masih SMA kelas XII, dan kakakku cewek udah kuliah semester empat di Universitas di kota Surabaya. Setiap kakakku pulang rumah pasti dia bawa temanya cewek, temen kakakku cantik, putih, seksi, kalau bicara sopan lembut tapi dia agak centil sedikit aku memanggilnya Mbak Heni.

Dari hari kehari kalau setiap dia di ajak maen ke rumah sama kakakku, aku lama-lama naksir sama dia, kalau dia datang aku berusaha dekat dan akrap ma dia, dan aku selalu berusaha merayunya, tapi Mbak Heni gak menanggapiku atau kurang respon sama aku. Samapi-sampai aku berpikir (gimana ya caranya biar Mbak Heni bisa menanggapiku). Karena dia gak ada respon sama aku, aku sebenernya udah berniat menjauh darinya, setelah sekian beberapa hari aku berusaha merayunya dan coba menarik perhatianya dan masih saja dia tidak merersponku.

Akhirnya setelah beberapa hari dan setiap dia maen ke rumahku lagi, dia aku biarkan saja dan tidak pernah ngajak bicara karena aku sadar diri dan malu. Ternyata semua itu berbalik padaku setelah Mbak Heni beberapa kali kalau datang ke rumahku aku biarkan saja, sekarang malah Mbak Heni sering bertanya padaku, sambil dia mendekatiku, dan mengedipkan mata dan dia, tiba-tiba mengatakan,

“Aku sayang padamu Riyan,” Mbak Heni bilang gitu padaku.

Aku kaget sekali dan aku sulit untuk menjawab, karena waktu itu saat kudekati dia tidak meresponku sama sekali. Setelah dia memastikan yang kemaren-kemaren saat aku mendekatinya dan berbicara sana-sini dan basa-basi, akhirnya perasaanku tumbuh lagi dan tiba-tiba aku langsung mencium pipinya.

Dan betapa bahagianya diriku setelah menciumnya, dan aku berfikir lagi terus bilang padanya suatu saat nanti aku pasti bisa memilikimu seutuhnya meskipun aku lebih muda darimu,(dalam hati kecilku bilang gitu).
Setelah Mbak Heni bilang gitu sama aku keesok harinya dia menyuruhku untuk menjemputnya setelah aku pulang dari sekulah, harinya, aku langsung menjawab dengan tegas sekali,

“Ya Mbak Heni, pasti aku jemput ”.

Aku jemput pakai motor setelah pulang sekulah, waktu itu jam 14.00 ku jemput di kampus, dan Mbak Heni mengajakku soping-soping di mall, di perjalanan Mbak Heni berpegangan erat sekali dan kami sambil berbicara sana-sini, aku sempet berfiki bahwa aku ini milik dia seutuhnya, dan setelah kami dari mall kami tidak jadi soping Cuma makan aja di KFC, lalu Mbak Heni atau Heni (karena sekarang dia jadi pacarku jadi aku panggilnya Cuma Heni) mengajaku ke rumahnya karena kan aku juga mengantarnya pulang,

Tetapi aku menolaknya karena aku malu sama keluarganya. Karena ortunya sudah tau bahwa aku adalah adik dari kakakku atau aku adik temenya Heni,

“Aku antar sampai depan rumah saja ya Hen, aku malu sama keluarga kamu.” Kataku.

“Di rumah gak ada siapa-siapa kamu malu sama siapa, oayahku tugas di luar kota, Ibuku juga ikut, jadi aku dirumah sendirian ?” jawabnya.

“Owh ya deh Hen, tapi aku tak pulang dulu dan minta izin sama orang tuaku karena aku kan dari tadi siang belum pulang, nanti izinya aku tak maen kerumahnya Rudi teman akrabku,” jawabku.

“Ok.. kalau di izinin kamu nanti klangsung kabrin aku ya, atau langsung sini juga gak pa-pa,” ujar Heni.

Setelah pulang dan aku izin sama ortang Rumah tak lama aku langsung datang ke rumah Heni, dan sesampai rumahnya Heni aku mengetuk pintu rumahnya, Dan Heni langsung membukakan pintu rumahnya dan dia ltiba-tiba memelukku erat sekali. saat dia memelukku dia berbisik padaku, jangan sia-siakan momen ini. Aku kaget dan hanya diam saja, apa maksudnya tadi yang Heni katakan. (Renunganku).

Lalu aku masuk rumahnya, dan Heni masuk kedalam dan aku masih duduk di kursi depan atau ruang tamu, Tiba-tiba Heni memanggilku dari kamarnya dan aku di suruh ke kamarnya, lalu aku berjalan ke arah kamarnya, sesampai masuk kamar meskipun dengan hati degdeg kan Heni langsung memelukku dan menciumiku mesra sekali, sampai aku sadar tanganku langsung ber arah ke toketnya, lalu dia berbisik

“Aku kan membuatmu bahagia dan tidak pernah kamu lupakan momen ini ” kata berbisik padaku Heni.

“Apa bener… ?” jawabku.

Aku sebenernya sedikit malu, Tiba-tiba Heni langsung memelukku lagi dan mencium bibirku sampai mesra sekali, samapai aku tidak sadar bajuku dan celanaku pun ikut terlepas. Heni langsung membeiku kehangatan sehingga aku tak bisa menahan gairahnya yang begitu besar. Heni meremas-remas telur penisku, lalu dikulumnya, rasanya nikmat sekali, karena aku baru pertama kayak gini dan berpacaran seperti ini, tak lama kemudian Heni tak suruh berdiri setelah dia mengulum penisku lalu ku balas kenikmatanku, kuremas remas Toketnya dan ku lepasi semua bajunya tanpa ragu tanganku langsung menuju memeknya dan kumainkan memekknya dia mendesah,

“Ahhhhhhhhhhhhh,,” desahan Heni.

Lalu Heni menikmati permainan tanganku yang berada di memeknya Heni berpindah di atas ranjang tempat tidurnya, (Dipikiranku semakin kotor karena toketnya yang gede itu dan memeknya boleh aku pegang-pegang). Lalu aku melebarkan kaki nya dan kujilati memeknya sambil tanganku meremas remas toketnya, desahan Heni semakin menggila lanjut aku mainkan Klitorisnya dengan lidahku dan aku tarik-tarik dengan mulutku.

“Ahhhhhhhhhh,,emhhhhhhhhhhhhhhhh,,auhhhhhhh..Riyan terus nikmat sekali,” rintihanya yang dasyat.

Lalu aku di suruh naik di atas ranjang dan berposisi 69 karena Heni sudah tak sabarng penisku lagi sampai di masukkan kemulutnya, dan aku gak tahan sambil aku merintih kegelian,

“Auhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh,” aku.

Dengan seperti ini aku gak kuat lagi menahan hasratku langsung aku berpindah posisi lagi aku turun dari atasnya Heni dan aku mendekati kakinya lalu aku lebarkan kakinya dan batang penisku langsung aku masukkan ke dalam vaginanya Heni dan jeritan kecil pun dilontarkan oleh Heni, diriku semakin semangat dan bergairah, kucumbu terus menerus samapai aku meremas toketnya dan kujilati putingnya, dan akhirnya Heni menyuruhku pindah gaya dan dia minta diatas, aku di bawahnya dan Heni mencoba memasukkan penisku lagi dari atas.

Lalu aku di goyangnya dan goyanganya sangat luar biasa tanganku sambil meremas-remas toketnya yang kencang dan besar itu. Sambil di pikiranku (Heni kok sangat hebat ya mungkin dulu sama cowok-cowoknya sering seperti ini) di pikiranku seperti ini, tapi aku gak pedulikan itu yang penting aku menikmati ML denganya. Lalu tak lama kemudian kuangkat Heni dan aku suruh Heni berposisi jongkok. Lalu aku angkat kakinya yang satu lalu aku masukkan batang penisku lagi, sambil aku mainkan gerakanku maju mundur dan Heni mendesah kembali,

“Aaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh,,,ahhhhhhhhhhhhh ,,,terus sayang,,” desahan Heni.

Sampai dia menjerit karena gerakanku keras sekali lagi tak lama Heni menuju orgasme. Desahan itu semakin lama semakin membuatku merasakan bergairah lagi dan genjotan –genjotan aku tidak berhenti dan aku juga sudah mencapai orgasme. Karena, berbagai macam gaya sudah kami lakukan, sampai aku rasanya sulit melupakan momen seperti ini dan aku tak ingin kehilangannya, lalu aku menuju orgasme dan,

“crottttttttttttttttttttt crottttttttttttttttttt crotttttttttttttttttt”

Penisku aku keluarkan dan air maniku aku semprotkan ke atas perutnya sampai muncrat ke toketnya. Lalu kami berdua berpelukan dan tiduran sebentar, setelah tiduran kami membersihkan tubuh kita masing-masing meakai tisu lalu kami berpakaian kembali. Terus aku pamit pulang karena sudah jam tujuh malam.

Lalu keesokan harinya, setiap hari selepas pulang sekolah, ternyata aku dan Heni sering melakukannya hingga membuatku ketagihan. Dan kami berdua resmi jadi pasangan dua sejoli atau berpacaran, sampai kakakku pun akhirnya tau hubungan kami, dan kakakku juga tidak berkomentar apapun karena ini masalah perasaan. Akhirnya aku dan Heni berkomitmen apapun yang pernah terjadi pada kita cukup hanya kita berdua yang tau.

Demikian cerita ML ku dan cerita seksku, cerita ini tidak mungkin bisa aku lupakan. cerita panas

Hangatnya Memek Basah Calon Istriku
Category: cerita panas
Tags: cerita panas

cerita panas Setelah satu tahun aku bercerai dengan istriku akhirnya kini aku mulai dekat dengan seorang wanita, yang baru saja aku kenal dia bernama Vani. Seorang wanita yang sudah menyandang status janda di usianya yang baru 23 tahun, usianya masih muda tapi dia mendapati suaminya selingkuh dengan temannya sendiri. Karena itu dia memutuskan untuk bercerai.

Namun dia berkata tidak mau lama-lama menyandang status janda, pikirnya lebih baik mencari pengganti suaminya dia ingin membuktikan kalau diapun bisa menemukan pria yang lebih baik daripada suaminya. Diapun berterus terang tidak bisa lama-lama memendam kesepian, karena bagaimanapun juga dia seorang wanita yang ingin melakukan adegan layaknya dalam cerita sex.

Tapi Vani berkata tidak gampang memberi kepercayaan pada pria yang mencoba mendekatinya, diapun bilang bersamaku dia merasa menemukan sosok yang selama ini dia cari. Namaku Bramantyo namun biasa di panggil Bram, usiaku sekarang sudah menginjak 32 tahun. Akupun berpikir sama dengan Vani bahwa kami merasa cocok satu sama lain, sebagai janda dan duda kamipun ingin melakukan adegan seperti dalam cerita sex juga.

Daripada harus mencari wanita penghibur, lebih baik mencari wanita yang benar-benar aku cinta dari dalam hatiku. Jadi lebih nyaman juga jika harus melakukan adegan seperti dalam cerita sex lebih terasa daripada harus dengan wanita penghibur yang hanya melampiaskan syahwat saja. Namun hingga kini aku belum pernah melakukan cerita sex dengan Vani.

Paling tidak kini aku sudah mengenal keluarganya juga. Vani juga seorang janda tanpa anak begitu juga denganku, hubungan kami baru berjalan satu bulan namun sudah terasa lama sekali, hampir setiap hari aku ke rumah Vani begitu pulang dari kantor disana aku merasa nyaman karena begitu hangatnya ayah serta mama Vani menemani aku saat kami mengobrol di rumahnya.

Sebenarnya Vani ada kakak laki-laki tapi kini sudah menikah dan tinggal dengan istrinya di luar kota. Jadi mau tidak mau akupun harus tinggal di rumahnya jika kelak kami sudah menikah, tapi aku bilang juga kalau aku sudah memiliki rumah. Akhirnya orang tua Vani memutuskan terserah pada kami berdua saja, begitulah obrolan kami sudah sangat dekat.

Seperti malam ini aku menjemput Vani untuk aku ajak ke salah satu acara temanku, setelah sampai di tempat yang kami tuju. Kamipun masuk dalam ballroom hotel yang cukup ternama itu, padahal itu hanya acara ultah pernikahan temanku yang menginjak 5 tahun. Singkat cerita begitu acara selesai kamipun pamit namun aku terkejut ketika temanku memberikan aku sebuah kunci kamar hotel.

Sambil dia berbisik “Ayolah Bram.. aku tahu kalian belum melakukan hal itu kan..ambil kesempatan ini kasihan juga Vani sebenarnya diapun mau melkaukannya..” Aku pura-pura tidak mau tapi karena dia memaksa dan abnyak pasang mata melihat ke arah kami akhirnya akupun menerima kunci hotel yang dia selipakn di tanganku. Dan akupun berlalu dari tempat itu.

Dalam perjalana menuju parkir mobil akupun berterus terang pada Vani, aku ceritakan semuanya dan dia menghentikan langkahnya dan menatap tajam padaku. Aku begitu takut kalau-kalau Vani akan berpikiran yang bukan-bukan padaku “Tidak usah sayaaang.. aku cuma bilang kok.. ayo kita pulang saja..” Kataku namun dia menarik tanganku untuk kembali masuk kedalam lift.

Belum sampai di dalam kamar yang dituju namun kami sudah saling melumat bibir di dalam lift, dengan penuh mesra Vani memeluk sambil terus melumat bibirku. Dan akupun sama dengan penuh kemesraan aku kecup bibir sampai-sampai kmi tidak memperhatikan ada orang lain juga di dalam lift itu, begitu pintu lift terbuka kami langsung keluar namun dengan bibir masih saling melumat.

Begitu kami lihat nomor kamar yang sama dengan kunci hotel, kamipun segera membukanya layaknya pemain dalam adegan seperti cerita sex. Dalam sekejap kami sudah bertelanjang bulat “OOooouuggghh.. aaaaaaaggghh… eeeeuuuummmmppphhh… aaaaagggghhh….. aaaagggghhh… aaaagggghhh.. “Desah Vani begitu aku cium seluruh tubuhnya dan fokus pada toketnya yang ranum.

Aku cium seluruh toketnya dan aku mainkan kedua putinya “Ooouuuggghh… aaaaaaggghhh… maaas… Braaam…. aaaaagggghhh… aaaaaggggghhh… aaaagggghh..” Kini akupun tidak tahan dengan perlahan aku masukkan kontolku sambil terus menggerayangi tubuh Vani, dia agak melebarkan kedua pahanya begitu aku menemukan kesulitan untuk memasukkan kontolku.

Sampai akhirnya Bluuus…. masuklah kontolku secara menyeluruh dalam memek Vani, lalu akupun menggerakan pantatku hingga Vani kembalai mendesah bahkan dia mencakar-cakar punggungku dengan tangannya “OOouugghh… ooouugggghh….. aaaaaggggghh… aaaggghhh..” Terus saja aku melakukan adegan seperti dalam cerita sex aku terus menggoyang pantatku.

Hingga akhirnya Vani mengerang diikuti dengan erangan penjang dari mulutku. Tanda akupun sudah emncapai puncak kenikmatan “OOOuuugghh… Vaaan….. aaaaagggh… saaayaaang….. aaaagggghhh… aaaaagggghhhh…aaaagggggggghh..” Tubuhku akhirnya terhempas juga di samping tubuh Vani yang basah oleh keringat dingin dan dengan mesranya dia dekap tubuhku.

Kamipun sama-sama berpelukan dan aku mengecup Vani berulang kali bahkan aku berbisik “Sayaaang… sekarang kita jangan lagi menunda pernikahan kita..” Vani semakin erat memeluk tubuhku, dia terus saja memeluk hingga akhirnya kamipun tertidur di dalam kamar hotel tersebut hingga tidak kami sadari kalau hari telah siang begitu kami bangun rupanya kami sama-sama kesingan bangunnya mungkin karena kecapekan. cerita panas

RSS

Blog Categories
Recent Comments
No one has commented recently

This website is powered by Spruz